Aliansi Pedagang Pasar Kota Bandung Minta Bantuan Wakil Rakyat Agar Pasar Bisa Kembali Dibuka

liansi Pedagang pasar se-Kota Bandung  datangi kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa kemarin. (ist)

NOTIF.ID, BANDUNG – Buntut perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung, Aliansi Pedagang Pasar Kota Bandung datangi kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa kemarin.

Kedatangan mereka ke DPRD Provinsi Jawa Barat untuk meminta bantuan kepada para wakil rakyat agar membuka kembali pasar yang ditutup sejak tiga bulan yang lalu akibat dampak Covid-19. Sejumlah perwakilan para pedagang pasar tersebut diterima dan mencurahkan keluhannya kepada Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati.

Koordinator pedagang pasar Kota Bandung, Rahmat Ari Andi, mengungkapkan bahwa  para pedagang pasar ke kantor wakil rakyat rakyat mendesak Pemprov Jawa Barat untuk merekomendasikan pembukaan pasar oleh Pemkot Bandung.

Menurutnya, pedagang pasar meminta agar DPRD mendesak Ridwan Kamil membuat Pergub agar Pemkot Bandung membuat peraturan mengenai pembukaan dan opersional pasar.

Baca Juga:   Mahfud MD: Larangan Mudik Berlaku di Seluruh Wilayah Indonesia, Masyarakat Wajib Patuhi

“Utamanya kami mendesak pemerintah membuka kembali pasar, tentunya dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Sebab sudah tiga bulan lebih kami tidak  memiliki pendapatan. Apalagi tidak ada solusi apapun dari pemerintah termasuk bagi para karyawannya (pekerja),” kata dia, Rabu 3 Juni 2020.

Bahkan, tutur dia, untuk membantu para karyawan seperti di pasar baru yang jumlahnya mencapai 12 ribu orang, pemilik toko salaing berpatungan. Terlebih bantuan diberikan kepada parta karyawan yang berasal dari luar daerah dan terpaksa tidak bisa pulang kampung.

“Jangankan bantuan, pendataan pun tidak pernah ada, untuknya para karyawan kita bantu secara swadaya,” katanya.

Dikatakan dia, Aliansi Pedagang Pasar Kota Bandung, meminta Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mengawal secara politis untuk membantu membebaskan biaya pengelola selama tiga bulan berjalan pandemi Covid-19 kepada PD Pasar Bermartabat selaku pengelola pasar di Kota Bandung.

Baca Juga:   Nekat Melintas di Pos Check Point Jatinangor, Enam Orang Anak Punk Langsung Disemprot Disinfektan

“Kami-kami sudah tidak berjualan, masa tempat listrik yang tidak kami pakai harus tetap kami bayar, untuknya kami minta itu semua di bebaskan,” katanya.

Ari pihaknya mendorong pemerintah agar memfasilitasi realisasi program relaksasi kredit pararel dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Paling pokoknya tiga point itu dan yang lebih utamanya kios-kios untuk kembali dibuka, apalagi ini pasar plat merah, untuk dibuka dijadikan contoh oleh pemerintah ini pasar yang sesuai dengan protokoler kesehatan yang benar,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi komisi II DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati, atas keluhan yang disampaikan para pedagang pasar Kota Bandung pihaknya merasa kaget. Pertama pedagang pasar  tidak mendapat bantuan pengaman sosial. Kedua soal rileksasi kredit dan biaya sewa kios dan listrik yang selama berlangsung wabah belum ada kepastian bebas atau subsidi.

Baca Juga:   Penerapan Physical Distancing Belum Efektif, Pemerintah Pusat Persilahkan Pemda Ajukan PSBB

“Ini temuan, dan akan segara kami sampaikan ke pimpinan DPRD Jabar, Gubernur dan Walikota,  termasuk keinginan pedagang untuk kembali membuka dengan protokol covid, keluhan  barusan ada yang dari indagsar, PD pasar dan perwakilan satgas covid-19 yang ikut audinesi untuknya dah kami minta ini untuk di perjungkan dan dirumuskan karena ini soal keberlangsungan ekonomi,” kata dia. .

Dengan demikian, tuturnya, penanggulangan covid-19 ini jangan hanya fokus soal penanganan atau penanggulangan kesehatan tapi harus juga mempertimbangkan aspek ekonomi utamanya ekonomi kerakyatan.

“Intinya saya siap backup karena harus ada keseimbangan antara kebijakan kesehatan dan kebijakan sektor ekonomi, utamanya masyarakat kecil menengah ini,” pungkasnya.(dan/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here