Bulan purnama Juni 2020: Fenomena ‘Strawberry Moon’ Akan Nampak pada Hari Jumat

Penampakan Strawberry Moon 2018. Bulan purnama Juni ini dinamai oleh suku asli Amerika (Foto: GETTY via express.co.uk)

NOTIF.ID, SAINS – Fenomena angkasa berupa bulan purnama Strawberry Moon diperkirakan akan muncul penuh selama sekitar 3 hari sekitar waktu ini, dari Kamis pagi hingga Minggu pagi.

Strawberry Moon akan terjadi pada Jumat sore, 5 Juni 2020, muncul di seberang Matahari (dalam garis bujur berbasis Bumi) pada pukul 15:12 EDT.

Dikutip dari Nasa.gov, Bulan akan cukup dekat untuk berhadapan dengan Matahari sehingga akan melewati bagian dari bayangan parsial Bumi, yang disebut gerhana bulan penumbra, yang berarti bahwa Strawberry Moon akan tampak gelap dan keperakan.

Selama berlangsungnya gerhana, Bulan tak akan ada di langit untuk sebagian besar benua Amerika. Jika dapat melihat Bulan, diperkirakan hanya sedikit peredupan saja selama gerhana ini berlangsung dan tidak akan terlihat tanpa instrumentasi.

Baca Juga:   Diprediksi Jupiter Masih Akan Terlihat Hingga Bulan Juli

Untuk penglihatan di pesawat ruang angkasa di Bulan seperti Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), disebutkan pengurangan tenaga surya akan terlihat jelas.

Dikutip dari Livescience, fenomena yang dinamai Strawberry Moon ini terjadi karena pada musim tanam strawberry yang relatif singkat di timur laut Amerika Utara.

Nama itu Strawberry Moon dikenali oleh sebagian besar suku Algonquin, Maine Almanac dari Maine Farmer yang dilaporkan sudah tidak ada lagi sejak tahun 1930-an.

Fakta menarik, fenomena ini menunjukkan bahwa buah strawberry merupakan buah favorit keenam sebagai buah paling populer di negara itu.

Nama Eropa lama untuk bulan purnama ini adalah Mead Moon atau Bulan Madu, atau disebut juga Honey Moon, Rose Moon dan LRO Moon untuk Lunar Reconnaissance Orbiter, yang diluncurkan ke bulan 18 Juni 2009).

Baca Juga:   Prediksi Astronom, Komet Neowise Akan Dekati Bumi 23 Juli 2020 Ini

Fenomena ini akan menjadi bulan purnama terakhir musim semi, sebelum titik balik Matahari musim panas pada 20 Juni.

Menurut Space.com, di sisi lain dunia, bulan purnama Juni akan menampilkan gerhana bulan penumbra. Orang-orang di belahan Bumi selatan, termasuk Afrika, Australia dan Asia Tengah dan Selatan, akan melihat gerhana bulan penumbra secara keseluruhan, sementara pantai timur Amerika Selatan akan melihat akhir gerhana penumbra saat bulan terbit.

Diketahui ada tiga jenis gerhana bulan yang hanya bisa terjadi saat bulan purnama. Selama gerhana bulan total, ketika bulan melewati langsung melalui bayangan penuh Bumi (atau umbra), bulan tampak berwarna merah darah, diwarnai oleh Matahari terbit dan terbenamnya dunia.

Baca Juga:   Sajian Fenomena Indah Menjelang Ramadan 2020, Meteor Lyrid Akan Menghujani Indonesia Malam Ini

Selama gerhana bulan parsial, umbra hanya menggelapkan sebagian bulan purnama, membuat potongan bulan tampak lebih gelap daripada yang lain.

Untuk menikmati langsung gerhana, masyarakat di seluruh dunia dapat menyaksikan melalui Teleskop Virtual, yang dapat mengintip bagian dari gerhana bulan penumbra saat naik di atas Roma.

Namun, bagi siapa saja yang kehilangan gerhana bulan penumbra, bisa menunggu hanya satu bulan saja, karena pada 4 Juli, Amerika Utara akan mendapat kesempatan untuk melihat gerhana bulan penumbra yang berbeda. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here