Penulis Bisa Mendapat Royalti, Penyebab Pengguna Storial.co Membludak Selama Pandemi

Menulis dan membaca secara digital di Storial.co.(ist)

NOTIF,ID, JAKARTA  – Storial, platform lokal untuk menulis dan membaca secara digital, mengalami pertumbuhan pengguna sampai dengan tiga kali lipat selama kuartal pertama di tahun ini. Storial mencatat data tertinggi dirangkum selama masa karantina pada bulan Maret hingga Mei dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Peningkatan traffic ini terjadi sebesar 350 persen dibandingkan sebelum karantina.

Menurut CEO Storial Steve Wirawan, masa karantina adalah hal yang sulit, terutama menghadapi tantangan aktualisasi diri yang terbatas social distancing. Di saat yang bersamaan, masyarakat juga memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengeksplorasi dan mengadopsi teknologi. Platformnya yang menawarkan interaksi langsung ternyata menjadi pilihan para penulis dan pembaca untuk tetap bisa terhubung.

Baca Juga:   Penyiaran di Indonesia Harus Bermigrasi dari Analog ke Digital

“Masing-masing pengguna di Storial dapat mengunggah cerita mereka untuk dinikmati oleh semua orang. Situasi ini menyebabkan banyak orang menggunakan Storial lebih dari sekedar platform untuk membaca cerita,” ujar Steve Wirawan kepada Notif, Senin 1 Juni 2020.

Kata Steve, Storial juga mencatat durasi pembaca yang lebih lama dalam mengakses cerita, data ini meningkat hingga tiga kali lebih banyak, dengan rata-rata sebanyak 60 bab dibaca per minggunya. Selama masa karantina ini percepatan adopsi dalam membaca online tidak lagi seperti sebelumnya.

“Sebagai makhluk sosial, setiap orang ingin selalu terhubung satu sama lain, termasuk melalui kegiatan membaca online yang menjadi kebiasaan baru di negara ini. Karena kebiasaan membaca online yang meningkat, kami juga mencatat pembelian koin Storial yang lebih banyak untuk mengakses bab-bab premium,” kata dia.

Baca Juga:   Sekjen ASTDI: Kualitas Konten Penyiaran Bergantung pada Kualitas SDM-nya

Menurutnya, cerita dari penulis yang tergabung dalam premium writer, yakni penulis yang telah terkurasi dengan baik oleh tim editorial Storial dan telah menuliskan minimal 10 bab dengan setidaknya 2,000 views  berpotensi untuk mendapatkan royalti dari karyanya setelah tulisannya di review oleh tim editor Storial.

“Dari menulis cerita di Storial, beberapa penulis kami ada yang mendapat royalti hingga lima kali lipat dari UMR di kota mereka per bulannya,” kata Steve menambahkan.

Lebih lanjut, kata Steve, penulis dapat memonetisasi per bab tulisannya dengan penghitungan royalti secara transparan. Hal inilah yang sekaligus memberikan harapan kepada penulis untuk dihargai secara finansial. Selain itu, banyak dari penulis besar dan influencer yang bergabung dengan Storial untuk mendiversifikasi sumber pendapatan mereka terutama dalam masa ketidakpastian ini.

Baca Juga:   Penyiaran di Indonesia Harus Bermigrasi dari Analog ke Digital

“Dengan berbagi cerita di Storial, kami mewadahi penulis untuk tetap bisa menawarkan karyanya kepada para pembaca dari Sabang sampai Merauke. Kami juga mengobservasi tingginya potensi yang dimiliki oleh para penulis lokal di berbagai kota yang berhasil menulis cerita terbaiknya hingga mampu diakses oleh ribuan pembaca di Storial,” kata dia.

Oleh karena itu, Steve percaya Storial dapat menjadi platform yang turut berperan dalam menjembatani karya penulis lokal untuk dinikmati oleh lebih banyak pembaca.(ras/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here