Lama Tertunda, Dua Astronaut AS Akhirnya Mengangkasa Bersama Peluncuran Roket Falcon 9

Hurley dan Behnken merupakan astronaut AS yang pertama berangkat ke luar angkasa dari tanah sendiri sejak 2011. Selama hampir 10 tahun misi NASA memberangkatkan astronaut dilakukan dengan bantuan negara lain, termasuk Rusia. (FOTO: AP Photo/John Raoux via CNNIndonesia)

NOTIF.ID, TEKNO – Lama tertunda sejak 2011, akhirnya dua astronaut, Doug Hurley dan Bob Behnken ke International Space Station berhasil diterbangkan ke luar angkasa, bersama peluncuran roket Falcon 9 milik SpaceX yang dikenal sebagai Misi SpaceX.

Diketahui, peluncuran dua astronaut itu merupakan misi pertama Amerika Serikat (AS) dalam menerbangkan manusia ke luar angkasa dari tanahnya sendiri sejak 2011.

Terakhir kali NASA mengirim astronaut dari tanah AS pada 2011 lalu. Setelah itu, NASA juga sempat melakukan peluncuran kembali, namun mengandalkan roket Rusia Soyuz. Bagi SpaceX misi ini juga untuk yang pertama kalinya.

Elon Musk, CEO SpaceX, sebelumnya sempat mengatakan hari peluncuran yang bisa dibanggakan semua orang.

Baca Juga:   Kronologis Tewasnya Kobe Bryant Dalam Kecelakaan Helikopter, Seluruh Penggemarnya Berduka

Bahkan, Presiden AS, Donald Trump yang menyaksikan langsung peluncuran roket Falcon 9 milik SpaceX di lokasi pun takjub dan bangga.

“Itu adalah pemandangan indah dan saya harap Anda menikmatinya,” ucapnya.

Dikutip dari AFP, sebelum melakukan peluncuran, Hurley sempat mengatakan “Mari nyalakan lilin ini,” yang meminjam kata-kata astronaut pertama AS Alan Shepard pada 1961 silam.

Dikutip dari CNN, peluncuran Falcon 9 seharusnya dilakukan pada 27 Mei 2020 lalu, namun ditunda karena bahaya badai dan tornado.

Baca Juga:   Serukan Anti Rasisme, Adidas Janjikan Rekrut 30 Persen Karyawannya di AS Berkulit Hitam atau Latin

Namun pada akhirnya, Hurley dan Behnken dapat mengangkasa dari Kennedy Space Center di Florida, AS, pada 30 Mei 2020.

Sesaat sebelum peluncuran, dikabarkan bahwa ada kekhawatiran mengenai cuaca berbahaya yang hampir saja membuat penundaan kembali terjadi.

Namun, NASA dan SpaceX memutuskan tetap melakukannya dan cuaca berangsur membaik.

Sebagai informasi, Falcon 9 memiliki desain berbeda dari desain pesawat luar angkasa yang memiliki sayap. Kapsul didesain di moncong roket untuk menghindarinya dari serpihan berbahaya sisa penerbangan.

Posisi itu juga membuat kapsul bisa melepaskan diri untuk penyelamatan jika terjadi masalah besar.

Menurut NASA dan SpaceX, bentuk kapsul yang menyerupai lonceng itu merepresentasikan modul perintah seperti era Apollo modern. Bagian dalamnya sudah tidak lagi banyak tombol, melainkan diganti jadi layar sentuh berukuran besar.

Baca Juga:   Brutal! Aksi Polisi di New York AS Pukul Seorang Pedemo Lansia Hingga Jatuh dan Berdarah

Roket pendorong Falcon 9 sukses melepaskan diri dan mendarat di kapal drone di Samudera Atlantik. Kapsul Crew Dragon yang terpisah dari roket telah memasuki orbit yang sudah ditetapkan.

“Itu luar biasa. Menghargai perjalanan hebat ke angkasa,” kata Hurley ke pusat kontrol ketika pesawat mencapai orbit. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here