Presiden Donald Trump Geram, AS akhirnya Resmi Putus Hubungan Dengan WHO

Presiden Trump memperingatkan Iran pada dini hari, Senin 20 mei 2019, untuk tidak mengancam Amerika Serikat lagi, tak lama setelah sebuah roket mendarat di dekat Kedutaan Besar AS di Baghdad semalam. Foto: ABC News.
Presiden Trump memperingatkan Iran pada dini hari, Senin 20 mei 2019, untuk tidak mengancam Amerika Serikat lagi, tak lama setelah sebuah roket mendarat di dekat Kedutaan Besar AS di Baghdad semalam. Foto: ABC News.

NOTIF.ID, AMERIKA SERIKAT – Dalam pernyataan Presiden AS, Donald Trump di konferensi pers di Kebun Mawar, Gedung Putih, pada Sabtu 30 Mei 2020, AS resmi mengakhiri hubungan dengan World Health Organization (WHO) dan mengalihkan semua pembiayaan ke lembaga kesehatan lain.

Dilansir dari Liputan6, Trump menyatakan, WHO terlalu berpihak kepada China. Ia pun mengungkit bahwa kontribusi finansial AS ke WHO lebih besar. Namun nyatanya WHO malah dapat dikendalikan oleh China.

“China memiliki kontrol total atas WHO, meski hanya membayar USD 40 juta per tahun, dibandingkan dengan yang dibayar Amerika Serikat, yakni hampir USD 450 juta per tahun,” ungkap Trump.

Dirinya pun menyebutkan, WHO tak mau bertindak saat diminta reformasi. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Trump menyalahkan WHO karena lambat memperingatkan soal Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19).

Baca Juga:   Bank Sumedang Tolak Ajuan ASN yang Meminta Keringanan Cicilan Pinjaman Saat Krisis COVID-19

Ketika awal pandemi, WHO terlalu memuji China yang dinilai transparan dan berhasil meredam virus mematikan tersebut di negaranya. Kini, sebanyak 5,5 juta kasus COVID-19 telah membludak di seluruh Dunia.

Trump memang sempat mengirim surat ke WHO dan menuntut reformasi dalam 30 hari. Batas akhir 30 hari itu sebetulnya belum tercapai, tetapi ia sudah keburu memutuskan hubungan.

“Karena mereka gagal melaksanakan permintaan reformasi yang sangat urgent dibutuhkan, kita hari ini mengakhiri hubungan dengan World Health Organization,” ujarnya.

Bulan lalu, Presiden Donald Trump sudah terbuka menunjukan rasa geramnya terhadap Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Tindakan WHO ketika awal penyebaran Virus Corona COVID-19 dianggap mengecewakan dan hasilnya banyak korban berjatuhan.

Baca Juga:   UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 30 Mei 2020: 25.773 Positif, 7.015 Sembuh, 1.573 Meninggal

Salah satu yang disorot Trump, ketika WHO menyebut virus Corona tidak menular antar manusia. WHO juga dinilai terlalu percaya dengan data pasien dari China yang kini dianggap mencurigakan.

“WHO mendorong misinformasi China bahwa tentang virusnya, menyebut tidak menular, dan tidak dibutuhkan travel ban,

“Ketergantungan WHO pada informasi China kemungkinan menambah 20 kali penambahan kasus di dunia dan mungkin lebih dari itu,” kata Trump, dalam konferensi pers harian Gedung Putih.

Selain itu, Trump mengaku mendapat tekanan dari WHO ketika memutuskan travel ban terhadap China.

WHO memang sempat menolak travel ban yang dilakukan berbagai negara, argumen WHO kemudian dipakai China terhadap negara yang melakukan travel ban.

Koordinator Respons Virus Corona Gedung Putih, Dr. Deborah Birx sempat mempertanyakan data dari China ketika virus Corona pertama muncul. Ia menduga data yang disajikan tidak lengkap. Badan intelijen AS mengungkap rasa curiga yang sama.

Baca Juga:   Bupati Bandung Wajibkan Masyarakat Menggunakan Masker saat Keluar Rumah

Dengan kejadian tersebut, Presiden Trump lantas menyalahkan WHO atas kerugian ekonomi dan kesehatan yang akibat Virus Corona.

Alokasi anggaran AS untuk WHO juga disetop. Trump turut menantikan adanya reformasi di WHO.

“Kita melihat di seluruh dunia, ada banyak kematian dan kehancuran ekonomi karena mereka yang ditugasi kita untuk melindungi kita dengan cara jujur dan transparan gagal melakukannya,” ucap Trump. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here