Pengusaha Pariwisata di KBB Akan Kembali Membuka Usahanya Pada Juni 2020

Obyek wisata The Great Asia Africa di Lembang Bandung Barat.(ist)

NOTIF.ID, BANDUNG BARAT – Pelaku usaha pada sektor wisata di Kabupaten Bandung Barat bersiap membuka kembali obyek wisata. Bupati Bandung Barat Aa Umbara menyebutkan obyek wisata akan diperbolehkan beroperasi pada bulan Juni.

Pembukaan obyek wisata itu seiring dengan diberlakukannya new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di wilayah Bandung Barat. Penerapan AKB sendiri di Bandung Barat menunggu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai.

“New normal di Bandung Barat dipastikan tidak akan dilaksanakan 1 Juni, menunggu dulu keputusan Pak Gubernur. Tapi kami bisa bilang pembukaan wisata ditargetkan bulan Juni nanti bisa dilaksanakan tentunya saat new normal dilakukan juga,” ungkap Umbara di Lembang, Jumat 29 Mei 2020.

Baca Juga:   15 Orang Tenaga Medis di KBB Jalani Isolasi Mandiri Setelah Dinyatakan Reaktif COVID-19

Umbara mengatakan, mengadakan pertemuan dengan pengusaha pariwisata, restoran dan hotel terkait rencana dibukanya objek wisata. Akan tetapi, rencana tersebut sangat tergantung dengan kebijakan Pemprov Jabar.

“Karena gubernur sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jadi saya harus komunikasikan dengan gubernur,” katanya.

Meski demikian, Aa Umbara menyebutkan, objek wisata dipastikan bakal diizinkan beroperasi pada bulan Juni mendatang tetapi untuk tanggalnya belum bisa ditentukan. Demi keselamatan para pengunjung, sejumlah pengelola objek wisata juga sudah mengadakan persiapan terutama dalam hal protokol kesehatan.

“Wajib menerapkan protokol kesehatan dan semua pengelola sudah menyatakan sanggup. Seperti membatasi pengunjung, menerapkan social dan physical distancing. Karena jika ada pengunjung yang positif di salah satu obyek wisata, terpaksa akan ditutup kembali,” bebernya.

Baca Juga:   Hari Ini Hotel di Sumedang Sudah Boleh Dibuka, Obyek Wisata Baru Bisa Dibuka Mulai 9 Juni

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bandung Barat, Sri Dustirawati menerangkan, seluruh pelaku usaha pariwisata wajib memperhatikan protokol kesehatan jika nantinya kunjungan wisata kembali dibuka seperti biasa.

“Kami sudah menyampaikan apa-apa yang harus disepakati bersama dalam pencegahan pandemi Covid-19. Tetapi untuk penentuan tanggalnya, kita tunggu keputusan bupati yang akan menghadap gubernur,” ungkapnya.

Salah satu hal yang harus diperhatikan pengelola adalah jumlah pengunjung harus dibatasi maksimal hanya 30 persen dari luas kapasitas objek wisata. Supaya pengunjung tidak terlalu membludak, pengelola juga sebaiknya bekerjasama dengan pihak travel agar bisa melakukan reservasi online.

“Yang penting bukan kuantitas jumlah wisatawan, kita sepakat yang diperhatikan adalah kualitas. Kementerian Pariwisata sudah mengingatkan bahwa semua harus memperhatikan tingkat kesehatan, keselamatan dan keamanan pengunjung,” katanya.(bgs/mrb)

Baca Juga:   PSBB Sebentar Lagi Berakhir, Pemkab Sumedang Akan Lanjutkan dengan Penerapan New Normal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here