Geger! Bendera Merah Putih Berlogo Palu Arit Berkibar di UNHAS Makassar

Bendera Merah Putih berlogo palu arit berkibar di areal sekretariat mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Foto: Makassar Terkini.id)

NOTIF.ID, MAKASSAR – Temuan Bendera merah putih berlogo palu arit berkibar di Seretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar masih dalam proses penyelidikan polisi.

Dilansir dari Suara.com, menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Agus Khaerul mengatakan, pihaknya kesulitan mengungkapkan kasus itu, karena tak adanya Televisi Sirkuit Tertutup (CCTV) yang berada di sekitar lokasi ditemukan bendera merah putih berlogo palu arit itu.

Ia menjelaskan, pada tanggal 26 Maret lalu aktivitas kampus sedang diliburkan, atau ditutup menyusul adanya pandemi COVID-19.

“Pada 11 April itu, pihak keamanan kampus melakukan patroli dan menemukan bendera tersebut di Sekretariat BEM Sospol (Fisip), kemudian melaporkan ke pihak kepolisian,” terangnya.

Baca Juga:   Emak-emak di Sumedang Penggunting Bendera Merah Putih Ditangkap Polisi

Ia pun mengatakan, bahwa pihaknya telah memeriksa lima saksi yang merupakan pihak keamanan kampus.

“Saksi ada lima orang semuanya petugas kampus. Kita juga menunggu kehadiran mahasiswa pengurus BEM,” katanya.

Sebelumnya, Bendera merah putih berlogo palu arit juga sempat ditemukan di sekitar sekretariat mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Wakil Rektor Unhas Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Arsunan Arsin mengatakan, kasus pengibaran bendera merah putih berlogo palu arit tersebut terjadi pada April lalu. Pihak keamanan kampus pun telah menyerahkan ke pihak berwajib.

“Untuk kasus ini sudah kita serahkan ke pihak kepolisian, tapi kami belum pernah dapat perkembangan. Bisa dikonfirmasi dengan pihak berwajib,” katanya pada Rabu 27 Mei 2020.

Baca Juga:   Bejat! Guru Ngaji Ini Nekat Cabuli Santrinya Saat Santrinya Tengah Mengaji

Dirinya menduga adanya pihak luar yang sengaja memasang bendera merah putih berlogo palu arit di dalam kampus.

Ia pun menjelaskan, bahwa kondisi kampus tidak ada aktifitas, karena semua tenaga pengajar dan mahasiswa berada di rumah karena dalam status belajar di rumah.

“Mungkin ada peluang masuk ke situ untuk memasang bendera itu. Saya tidak melihat ada kesengajaan atau tidak karena itu perlu penyelidikan, tapi yang pasti faktanya ada dan itu sedang ditangani yang berwajib,” ungkapnya.

Pihak kampus juga akan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan, jika terbukti, ada mahasiswanya yang terlibat dalam pemasangan bendera tersebut.

“Saya tidak bisa berasumsi itu mahasiswa atau bukan karena belum dapat titik terang, makanya kasus ini menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum,” jelasnya. (*)

Baca Juga:   Gugus Tugas Dorong Sulsel Kendalikan COVID-19 Agar Dapat Memulai Aktivitas Produktif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here