Nistakan Nabi Muhammad, Seorang Marbot di Batam Langsung Diciduk Polisi

Tersangka ujaran kebencian, MS tertunduk menangis saat dinasihati Kapolres Karimun AKBP M. Adenan. (Foto: Edo via batamnews)

NOTIF.ID, BATAM – (MS) seorang pria berusia 32 tahun yang diketahui merupakan marbot di satu mesjid Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau tertunduk menangis saat dirinya diamankan polisi lantaran mengunggah status ujaran kebencian dan menistakan Nabi Muhammad di media sosial (medsos) Facebook.

Kapolsek Kundur, AKP Edy Suryanto, mengatakan bahwa kasus penistaan Nabi Muhammad yang dilakukan oleh MS ramai diperbincangkan dan pada 25 Mei kemarin.

Sejumlah warga mendatangi Mapolsek Kundur Utara-Barat membuat laporan tentang penistaan agama, sambil membawa bukti berupa tangkapan layar dari tulisan ujaran kebencian tersebut.

“Laporan dibuat oleh saudara Yassir Arafat. Atas dasar Laporan tersebut kami menugaskan Kanit Reskrim Ipda Berman, untuk segera melakukan penyelidikan terhadap pelaku,” kata Edy Suryanto, dikutip dari Batamnews, pada Rabu, 27 Mei 2020.

Laporan itu diamini pula oleh Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan. Dikatakannya, MS telah mengunggah status tersebut pada 21 Mei 2020 silam.

Menurut laporan, status tersebut diunggahnya karena ada peristiwa yang membuatnya kesal terhadap pengurus masjid karena tidak merespon keluhannya soal air tak lancar di masjid tersebut.

“Seharusnya tidak begitu melampiaskan kemarahan atau kekesalan. Kenapa tidak langsung saja memberitahukan pada yang lain kalau ada masalah,” tuturnya.

Tersangka ujaran kebencian, MS tertunduk menangis saat dinasihati Kapolres Karimun AKBP M. Adenan. (Foto: Edo via batamnews)

MS baru berhasil ditangkap empat hari setelah dirinya mengunggah status tersebut, sekitar pukul 17.30 WIB pada Senin lalu, 25 Mei 2020.

Ketika diamankan, pelaku tengah berada di kediamannya tepatnya di Selat Beliah RT 001 RW 001, Dusun I Desa Gemuruh Kecamatan Kundur Barat.

Diketahui, MS merupakan warga pendatang, dari Teluk Bakau RT 002 RW 016 Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

“Pelimpahan ini kita lakukan sesuai dengan jenjang kewenangan, sebagaimana tertuang didalam penanganan tindak pidana UU nomor 11 tahun 2008, yakni tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here