Hendak Mengecoh Polisi Saat Ambil Sepeda Motor di Polsek Cicalengka, Buron Kasus Pembunuhan di Gedung Nasional Tertangkap

Ilustrasi pembacokan. (foto: ntmcpolri.info)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Jajaran Polsek Cicalengka, Kabupaten Bandung menangkap seorang pria berinisial YA (20) setelah buron tiga bulan. Dia menjadi tersangka pembunuhan terhadap Ujang (26) warga Rancadarah, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, di belakang Gadung Nasional, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 30 Maret 2020.

Berdasarakan Informasi yang berhasil dihimpun Notif dari kepolisian setempat, YA merupakan warga Cicabe, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Kanit Reskrim Polsek Cicalengka, Iptu Thomas Budiono mengatakan YA berhasil ditangkap petugas saat hendak mengambil barang bukti motor di Mapolsek Cicalengka.

“Pelaku YA datang ke Mapolsek Cicalengka berniat untuk mengambil motor barang bukti pembunuhan yang terjadi beberapa bulan lalu,” kata Thomas Budiono diwawacara Notif, di Mapolsek, Selasa 26 Mei 2020.

Baca Juga:   Pengamat: Munculnya Figur-Figur Baru di Pilbup Bandung Bukti Adanya Gerakan Mengakhiri Politik Dinasti

Setiba di Mapolsek Cicalengka, kata Thomas, YA menyebut hendak mengambil sepeda motor miliknya yang diamankan oleh petugas. Kepada petugas, YA mengaku bahwa sepeda motor miliknya itu dipinjam oleh temannya.

“Petugas tidak terkecoh atas pernyataan YA, polisi sempat mencurigai YA, tanpa panjang lebar polisi mencecar YA mendatangkan pelaku lain ke Polsek, dan YA pun akhirnya mengakui perbuatannya,” ucap dia.

Sebelumya, kata Thomas, Kepolisian menerima laporan adanya keributan di lokasi kejadian pembunuhan pada Kamis 20 Februari 2020, sekitar pukul 22.30 WIB. Polisi telah menangkap tiga pelaku lainnya yang berinisial PI (20), DM (26), dan UM (20).

“Total ada empat pelaku yang sudah kami tangkap, dan satu orang pelaku masih dalam pemburuan petugas,” tuturnya.

Baca Juga:   Tak Kalah Modern, Perpustakaan Desa di Pangalengan Ini Dilengkapi Cafe dan Wifi

Dikatakan Thomas, pembunuhan tersebut terjadi saat kelima pelaku sedang nongkrong di belakang Gedung Nasional Cicalengka. Kemudian, kata dia, saat mereka nongkrong, korban melintas ke Gedung Nasional dengan mengendarai sepeda motor.

“Pelaku merasa tergagu oleh suara sepeda motor milik korban,” tuturnya.

Ditambahkan Thomas, para pelaku pun menegor korban hingga terjadi cekcok antara korban dengan para pelaku dan berujung berkelahian tidak seimbang.

“Korban roboh akibat tusukan senjata tajam pada dada bagian kiri, hingga korban meninggal di lokasi kejadian,” ujarnya. (din/kia/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here