Miris! IPDN Jatinangor Rayakan Lebaran dengan Undang Penyanyi dari Ibu Kota, Tapi Salat Idul Fitri Berjamaah Tak Dilaksanakan

Sejumlah praja IPDN Jatinangor tengah ikut berjoget dengan para penyanyi yak tak mengenakan masker. Mereka tak mengindahkan protokol kesehatan saat merayakan Lebaran di Gedung Nusantara Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu 24 Mei 2020. (ist)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Kampus IPDN Jatinangor nampaknya diduga tak mengindahkan anjuran pemerintah terkait physical distancing, dan tidak berkerumun untuk mencegah penularan Covid-19. Pasalnya, Kampus IPDN Jatinangor justru mengumpulkan para prajanya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di Gedung Nusantara Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu 24 Mei 2020.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Notif dari narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, perayaan Hari Raya Idul Fitri di Kampus IPDN Jatinangor melibatkan ribuan praja dan ASN. Apalagi ada hiburan bernyanyi. Penyanyinya didatangkan dari wilayah zona merah.

“Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan praja IPDN itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya kepada Notif, Senin 25 Mei 2020.

Meski perayaan Hari Raya Idul Fitri dilakukan, kata dia, namun anehnya pelaksanaan Salat Idul Fitri secara bersama-sama atau berjamaah di lapangan maupun di masjid tidak dilakukan. Padahal, melaksanakan Salat Idul Fitri lebih utama.

“Aneh saja, salat tidak dilakukan padahal bisa saja melaksanakan dengan protokol kesehatan. Eh, malah merayakan Hari Raya Idul Fitri, makan bersama, mengundang penyanyi. Malah ada praja yang joget sama penyanyi yang tidak pakai masker. Ada juga tamu undangan dari Jakarta,” kata dia.

Baca Juga:   Oded Ajak Umat Muslim di Kota Bandung agar Laksanakan Salat Idul Fitri Sesuai Fatwa MUI

Menurutnya, perayaan itu memang sengaja dilakukan secara diam-diam. Pasalnya, informasinya tidak dipublikasikan secara luas. Padahal, sebagai instansi pemerintahan, pihak IPDN harusnya transparan kepada masyarakat terkait apapun kegiatan yang dilakukan di lingkungan kampusnya.

“Jika kegiatan tersebut positif, kenapa tidak dipublikasikan di sejumlah media. Aneh saja. Untung saja foto-fotonya tersebar meluas. Jadi semua masyarakat tahu dan bisa menilai sendiri apa yang dilakukan oleh pihak IPDN ini. Dimana pemerintah dan masyarakat lagi berjuang, ini malah melanggar,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kata dia, kegiatan tersebut menghabiskan dana sebesar Rp75 juta. Padahal, tutur dia, untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi Covid-19, sejumlah anggaran pendidikan harus dipangkas.

“Jika melihat kondisi negara sedang prihatin, dan jika memang kegiatan tersebut menghabiskan dana sebesar itu apakah kegiatan tersebut layak dilaksanakan,” katanya.

Baca Juga:   Besok Lebaran, Gugus Tugas Minta Warga Sumedang Tidak Melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Biro Kerjasama dan Hukum IPDN Baharuddin Pabba membenarkan adanya kegiatan perayaan Lebaran tersebut.

“Benar, hari kemarin IPDN ada acara. Acaranya hanya makan siang saja bersama praja, dan acaranya pun tetap dalam standar protokol Covid-19, bermasker, berjarak dan tidak bersalaman,” tutur Baharuddin Pabba kepada Notif via pesan singkat.

Baharrudin juga tak menampik jika kegiatan tersebut mendatangkan beberapa penyanyi yang berasal dari Jakarta.

“Bukan artis ya, tapi penyanyi untuk menghibur praja, tetapi didahului oleh tausiah dari ustaz untuk memberikan semangat,” tuturnya.

Dikatakan Baharrudin, kegiatan tersebut digelar atas ijin pimpinan Kemendagri. “Para pimpinan IPDN (terbatas) hadir di ruang makan Praja untuk makan, dan memberi semangat kepada Praja yang sudah dua bulan lebih tidak bisa kemana-mana karena mereka terus berada di dalam kampus,” ujarnya.

Kendati demikian, dikatakan Baharuddin, pelaksanaan kegiatan itu dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menghibur praja yang tidak bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga dikampung halaman.

Baca Juga:   Pasien Positif COVID-19 di Sumedang Jadi 2 Orang, 17 Pasien Lainnya Terindikasi Positif Hasil Rapid Test

“Sejak 15 Maret hingga saat ini, Praja IPDN sudah di karantina di dalam Kampus, Praja tidak pesiar, tidak mudik izin, dan cuti,” kata dia.

“Kami memahami masyarakat umum tak banyak paham aturan internal kami, termasuk jurnalis. Tak perlu dihebohkan yang membuat masyarakat justru bingung, khususnya orang tua Praja,” sambung dia.

Ditambahkan Baharuddin, sebelum lembaga lain mengambil tindakan memutus mata rantai pandemi Covid19, IPDN  Jatinangor suda sudah melaksanakan terlebih d.

Kemudian, IPDN telah melakukan rapid test terhadap seluruh praja IPDN, dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh area kampus. Bahkan, kata dia, IPDN telah membagikan vitamin terhadap seluruh praja, dan selurh praja wajib berjemur setiap pukul 09.00 WIB dan memberlakukan WFH bagi sebagian ASN.

“Alhamdulillah, sebanyak 3.700 lebih Praja, 1.200 lebih ASN aman dan patuh,” katanya.(kia/ras)

1 COMMENT

  1. ipdn sudah melakukan protokol kemamanan yang sangat ketat, dan juga ipdn sudah sangat banyak melakukan kegiatan positif dan mematuhi pemerintah, kenapa hal yang tidak benar seperti ini bisa menyebar, seluruh kegiatan yang dilaksanakan di dalam IPDN sudah sangat memperhatikan protokol keamanan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here