Mengejutkan! Tanzania Uji Alat Tes Covid-19 ke Hewan, Sayuran, Hingga Minyak Kendaraan, Hasilnya Ternyata Positif

Presiden Tanzania, John Magufuli. Foto: Bloomberg

NOTIF.ID, DODOMA – Sehari setelah Presiden John Magufuli mempertanyakan keakuratan tes Covid-19, Nyambura Moremi selaku kepala laboratorium nasional yang bertanggung jawab atas virus corona penyebab penyakit Covid-19 akhirnya ditangguhkan oleh Pemerintah Tanzania.

Sebelumnya Magufuli telah secara konsisten meremehkan efek virus tersebut. Ia  mengatakan, pada hari Minggu telah diam-diam menguji alat tes kepada hewan, buah-buahan dan minyak kendaraan di laboratorium. Hasilnya, pepaya, burung puyuh dan seekor kambing ditemukan positif Covid-19.

Magufuli meragukan kredibilitas peralatan laboratorium dan teknisi sekaligus mempertanyakan data resmi tentang pandemi Covid-19. Ia menyerukan penyelidikan atas apa yang dia duga sebagai “permainan kotor” di laboratorium, tetapi tidak mengatakan dari mana alat tes itu diimpor.

“Peralatan atau orang-orang dapat dikompromikan dan kadang-kadang bisa menjadi sabotase,” kata Magufuli dalam pidato yang disiarkan langsung melalui Tanzania Broadcasting Corporation (TBC) yang dikelola pemerintah, dikutip dari Aljazeera.

Anggota legislatif oposisi Pemerintah Tanzania, Zitto Kabwe, yang juga Kepala Aliansi untuk Perubahan dan Transparansi, membela Nyambura Moremi. Ia membela Moremi melalui akun twitter pribadinya.

“Jangan patah hati karena cara politik mencampuri masalah teknis,” tulisnya di Twitter. “Saya percaya Anda melakukan pekerjaan Anda secara profesional dan Anda akan tetap menjadi salah satu ilmuwan terbaik di Tanzania,” tulisnya lagi.

Catherine Sungura, Penjabat Kepala Komunikasi di Kementerian Kesehatan Tanzania, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa kepala laboratorium dan manajer penjaminan kualitasnya telah diskors. Hal ini untuk membuka jalan bagi penyelidikan.

Sungura mengatakan komite 10 orang telah dibentuk untuk menyelidiki operasi laboratorium, termasuk proses pengumpulan dan pengujian sampel. Magufuli juga memecat Kepala Departemen Toko Medis pemerintah, yang bertugas mendistribusikan pasokan medis dan peralatan ke rumah sakit pemerintah. Namun ia tidak memberikan alasan pemecatan itu.

Negara di Afrika Timur itu, mengumumkan kasus pertamanya pada 16 Maret 2020. Pemerintah Tanzania telah mencatat 480 kasus Covid-19 dan 16 kematian.

Pihak oposisi menuduh pemerintah menyembunyikan informasi dan gagal menganggap serius penyakit itu. Sekolah dan universitas telah ditutup tetapi pasar, halte, dan toko ramai seperti biasa, dengan Magufuli mendesak warga untuk terus bekerja keras dan tidak berhenti pergi ke gereja atau masjid.

Infeksi dan kematian COVID-19 yang dilaporkan di seluruh Afrika relatif rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat, sebagian Asia dan Eropa. Tetapi Afrika juga memiliki tingkat pengujian yang sangat rendah, dengan angka hanya sekitar 500 per satu juta orang.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here