Hikmah di Balik Pandemi COVID-19, Perajin Peti Jenazah Asal Sumedang Kebanjiran Pesanan

Yusup Supriatna (45) seorang perajin peti jenazah asal Dusun Sukajadi RT02/03, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Kiki Andriana/Notif id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Pandemi virus corona (COVID-19) yang tengah melanda dunia nyatanya tak hanya bikin menderita, tapi juga membawa berkah bagi perajin peti jenazah.

Salah satunya Yusup Supriatna (45) seorang perajin peti jenazah asal Dusun Sukajadi RT02/03, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang meraup rejeki ditengah pandemi virus ini.

Yusup mengaku, pesanan peti jenazah meningkat selama masa pandemi corona. Seiring dengan terus bertambahnya kasus positif corona (Covid-19) di Jawa Barat.

“Pemesanan peti khusus bagi jenazah yang terjangkit Covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan. Peningkatannya mencapai 70 persen dari biasanya,” kata Yusup ditemui Notif di kediamannya, Selasa 5 Mei 2020.

Baca Juga:   Malang! Nenek di Sumedang Ini Dibawa Kabur Orang Tak Dikenal Lalu Perhiasannya Dirampas

Sebelum tren persebaran COVID-19 meningkat, kata dia, pesanan peti jenazah terbilang sedikit, per pekan hanya 1 sampai 2 peti, dan itupun tergantung permintaan.

“Saat merebaknya Covid-19 ini, permintaannya cukup melonjak, sekarang dalam sehari bisa terjual minimal 2 peti,” ucapnya.

Dikatakan Yusup, dengan meningkatnya permintaan peti jenazah, pihaknya terpaksa harus menambah jumlah karyawan untuk memproduksi peti jenazah itu.

“Biasanya pekerja cuma 2 orang, namun kini pesanan meningkat pesat jadi karyawannya ditambah menjadi 4 orang,” kata dia.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan, Peti mati berbahan partikel tersebut saat ini masuk dalam kebutuhan mendesak. Terlebih, ujar dia, saat ini banyak korban Covid-19 ataupun penyakit lainnya yang dimakamkan menggunakan peti jenazah. Meski begitu, kata dia, ada perbedaan antara peti jenazah positif covid-19 dengan yang bukan.

Baca Juga:   Work From Home Ditengah Pandemi COVID-19 Bukan Tantangan Bagi Arsiparis

“Perbedaannya pada pelapis dalam. Peti buat korban covid-19 dilapisi plastik rep dan haganya pun tidak jauh beda, harganya hanya Rp2.5 juta,” ujarnya.

Dikatakan Yusup, sejauh ini sudah ada permintaan untuk stok Rumah Rakit di Kota Bandung, yakni Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan RS Santo Yusup.

“Alhamdulillah, merebaknya virus corona ini permintaannya cukup melonjak,” kata dia. (kia/erk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here