Jelang Pencabutan Status Lockdown, Italy akan Pantau Harga Masker dan Lakukan Tes Serologi

Seorang pria yang mengenakan masker pelindung melewati Colosseum di Roma pada hari Sabtu, 7 Maret 2020, di tengah kekhawatiran epidemi virus Corona. (Foto: Alberto Pizzoli / AFP - Getty Images via NBCnews)

NOTIF.ID, ITALY – Pemerintah Italy mengumumkan akan mencabut status Lockdown pada 3 Mei 2020, yang sebelumnya telah diberlakukan sejak sejak 9 Maret lalu, akibat pandemi Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19).

Dikutip CNNIndonesia dari laporan AFP, Komisioner Respons Darurat Italia, Domenico Arcuri mengatakan, menjelang pencabutan status Lockdown pemerintah Italy akan mengatur batasan harga masker dan memperbanyak tes antibodi.

“Kami akan mengatur harga maksimal dari masker muka yang dijual di pasar,” ucapnya.

Menurutnya, porosedur itu dilakukan sesuai pernyataan Perdana Menteri, Italia Giuseppe Conte. Karena, Italy ingin mengetahui jumlah warganya yang memiliki kekebalan tubuh atas virus mematikan tersebut.

Ia mengatakan, tes serologi pun dilakukan untuk mengetahui sistem kekebalan tubuh atau imunitas seseorang pun akan diperbanyak.

Baca Juga:   Bupati Bandung Wajibkan Masyarakat Menggunakan Masker saat Keluar Rumah

Kini, sejumlah tes serologi telah dilakukan. Dikatakannya, kawasan Lombardi, di utara kota Milan menjadi wilayah pertama yang melakukan tes serologi yang dimulai sejak Kamis, 23 April lalu. Sebanyak 150.000 alat tes antibodi sudah didistribusikan ke seluruh Italia yang memiliki 20 wilayah.

Ia mengatakan, tes serologi masif secara nasional di negara itu akan dimulai pada 4 Mei 2020 atau sehari setelah pencabutan masa lockdown. Dirinya mengklaim, bahwa alat tes serologi yang disebar itu memiliki tingkat akurasi hingga 95 persen.

Sebelumnya, World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan pernyataan bahwa belum adanya bukti mengenai kekebalan seseorang dari terpaparnya virus Corona. Termasuk pembuktian mengenai seseorang yang sudah sembuh dan tak dapat terinfeksi kembali.

Baca Juga:   Satu Warga Cimahi Positif Corona, Pemkot Pertimbangkan Status Siaga COVID-19

Walaupun, situs khusus COVID-19 milik WHO mendata jumlah kasus positif di negara Italy mencapai 192.994, di mana 25.969 meninggal.

Namun, Kantor berita Italia, ANSA, Departemen Perlindungan Sipil menyatakan, bahwa saat ini jumlah pasien yang sudah sembuh lebih dari 60 ribu orang, di mana pada Kamis lalu ada 2.992 orang lebih dinyatakan sembuh. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here