Perantau yang Nekat Mudik ke Sumedang akan Diisolasi dan Tidak Boleh Bertemu Keluarga Selama 14 Hari

Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan saat memberikan keterangan di Posko Screening Perbatasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa sore, 21 April 2020. (Foto: Kiki Andriana/Notif.id)
Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan saat memberikan keterangan di Posko Screening Perbatasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa sore, 21 April 2020. (Foto: Kiki Andriana/Notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Perantau yang nekat mudik ke Sumedang akan diisolasi oleh Pemkab Sumedang selama 14 hari saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dimulai pada Rabu 22 April 2020.

Wakil Bupati Sumedang yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Penangan Covid-19 Sumedang, Erwan Setiawan menuturkan, pemudik akan diisolasi di ruangan yang telah disiapkan. Ruangan isolasi itu berada di Fakultas Pertanian Kampus Unpad Jatinangor.

“Jika memaksa, kita tidak akan pertemukan dulu pemudik dengan keluarganya. Kita akan isolasi mereka di ruang isolasi yang telah disiapkan di Fakultas Pertanian Kampus Universitas Padjajajaran (Unpad) Jatinangor selama 14 hari,” kata Erwan Setiawan, kepada Notif, saat meninjau Posko Screening Perbatasan, di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa 21 April 2020.

Baca Juga:   Harapan Emil: 110 Milenial Patriot Desa Bisa Berkontribusi Membangun Desa

Erwan mengimbau agar perantau yang berasal dari Sumedang untuk tidak nekat pulang kampung. Hal ini agar pemberlakuan PSBB bisa maksimal dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau kondisi sudah normal silahkan mudik. Tapi kalau nekat, terpaksa akan kami isolasi selama 14 hari dan tidak bisa bertemu keluarga terlebih dahulu,” kata dia.

Namun, jika memang ada warga Sumedang dari perantauan nekat mudik, ia meminta agar pemudik membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan yang ada di daerah perantauannya.

“Minta surat kesehatan. Kalau ada yang mudik masa iya suruh kembali lagi. Kan, kasihan. Tapi ya itu tadi, kami akan isolasi dulu. Kami obervasi dulu apakah pemudik ini terinfeksi Covid-19,” kata dia.

Baca Juga:   Pemkab Sumedang Dinilai Melakukan Kesalahan dalam Menentukan ODP, Sehingga Angkanya Melonjak Signifikan

Erwan mengatakan, selain akan diisolasi Pemkab Sumedang juga akan melakukan rapid test terhadap para pemudik yang masuk Sumedang di setiap posko screening perbatasan.

“Jika perantau sudah menjalani isolasi dan hasil rapid testnya tidak menunjukan gejala Covid-19, maka akan langsung kita perbolehkan untuk menemui pihak keluarganya. Namun, lanjut Erwan, jika ada gejala terindikasi Covid-19, ya akan diisolasi,” tutur dia.

Ditambahkan Erwan, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Sumedang agar menaati pelaksanaan PSBB selama 14 hari kedepan.

“Saya imbau agar seluruh warga Sumedang untuk menaati prosedur selama PSBB berlangsung. Biar cepat selesai penanganan Covid-19 nya,” ujar Erwan seraya mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang sudah melarang masyarakat untuk tidak mudik terlebih dahulu. (kia/ras)

Baca Juga:   Anjuran untuk Jalani Rapid Test, Puluhan Anggota HIPMI Sumedang Dinyatakan Negatif Covid-19

3 COMMENTS

  1. Kami bisa aja gak pulang atau mudik….hanya saja…pemerintah bersedia tidak memenuhi kebutuhan harian,bulanan kami..terlebih lagi sekarang usaha dan kegiatan kami di batasi…
    Kami bukan nya bandel atau melanggar….kami sangat sadari itu…hanya saja…kami lebih khawatir keluarga,anak istri kesusahan dan kelaparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here