Eks Narapidana yang Baru Bebas Kembali Ditangkap Polisi di Cimahi

  • Whatsapp
WI (30) seorang mantan narapidana yang baru saja menghirup udara bebas melalui program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi, Jawa Barat. (Foto: ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, CIMAHI – Seorang mantan narapidana, WI (30) yang baru saja menghirup udara bebas melalui program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) kembali ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi.

Dilaporkan, selama menghirup udara bebas, WI justru nekat melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan menjadi perantara jual beli sabu untuk seorang yang saat ini masih ada di dalam lapas.

Read More

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik klip bening diduga berisi narkotika golongan jenis sabu, satu buah timbangan digital warna silver. Barang bukti itu diduga digunakan untuk menimbang berat sabu sebelum dijual.

Kasat Resnarkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam membenarkan penangkapan mantan narapidana baru bebas tersebut.

“Benar, WI merupakan mantan napi yang dapat asimilasi ternyata kembali menyalahgunakan narkotika jenis sabu. Akhirnya pelaku kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Andri, saat ditemui di Mapolres Cimahi, pada Minggu, 19 April 2020.

Dikatakannya, WI merupakan mantan narapidana yang menjalani hukuman penjara di Lapas Garut. Menurutnya, WI pernah terlibat kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis ganja pada tanggal 7 Februari 2019 lalu.

“Penangkapan WI berawal dari informasi adanya napi asimilasi di wilayah hukum Polres Cimahi untuk diawasi,” ucapnya

Hasil penyelidikan, WI berhasil diamankan di Jalan Panembakan RT 02/RW 06, Kampung Gunung Bohong, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, sekitar pukul 13.00 WIB, pada Jumat, 17 April 2020.

Andri pun menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap WI, ia mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu dari mantan seorang narapidana juga.

Menurut pengakuan WI, mantan napi itu berinisial B yang sebelumnya menjalani hukuman di Lapas Kebon Waru, Kota Bandung.

“Sabu yang dia pegang itu sisa pakai, karena hanya tersisa sedikit. Petunjuk yang didapat, ada komunikasi dengan napi di dalam lapas. Kami masih kembangkan kasus ini,” ujarnya.

Andri pun mengatakan, barang bukti lain yakni bong atau alat hisap yang digunakan untuk menggunakan narkotika jenis sabu yang terdiri dari cangklong kaca dan botol kaca, serta uang senilai Rp 500 ribu.

” Atas perbuatannya tersangka, WI diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” katanya.

Ia pun menyebutkan hukuman untuk WI bisa diperberat lagi. Karena, WI baru saja bebas dengan program asimilasi, namun dia kembali mengedarkan narkotika. (kia/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *