Berikut Aktivitas yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat PSBB di Sumedang Berlangsung

Ilustrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Foto: Akbar Bhayu Tamtomo via Kompas.com)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang, Dony Ahmad Munir mengumumkan, mengenai aturan teknis pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumedang dari Rabu 22 April 2020 hingga 14 hari ke depan.

Aturan PSBB di Sumedang melingkupi beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh masyarakat selama PSBB berlangsung guna memutus mata rantai persebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Sumedang.

Berikut Notif ulas peraturan PSBB yang akan dilaksanakan serentak di Kabupaten Sumedang, pada Rabu mendatang, 22 April 2020.

Aktivitas yang Tidak Diperbolehkan Saat PSBB:

  • Dilarang melakukan unjuk rasa melakukan penerapan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan terkait.
  • Proses belajar di sekolah dan institusi pendidikan dihentikan.
Baca Juga:   Lima Provinsi Tak Melaporkan Adanya Penambahan Kasus Covid-19, Sementara Jawa Timur Masih Diurutan Teratas

Pengecualian: Bagi lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, dan melakukan penerapan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

  • Penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja atau kantor.

Pengecualian: Bagi perangkat daerah yang menyelenggarakan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat kebencanaan, kesehatan, perhubungan, persampahan, damkar, trantib, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, sosial, pemakaman dan keuangan daerah.

Pengecualian: Bagi seluruh kantor instansi pemerintahan berdasarkan pengaturan dari kementerian dan LPNK terkait, BUMN atau BUMD yang turut serta dalam penanganan Covid-19.

  • Penghentian sementara kegiatan keagamaan.

– Selama penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan penanda waktu ibadah seperti adzan, lonceng, atau penanda waktu lainnya dilaksanakan seperti biasa.

  • Jumlah penumpang paling banyak 50 persen dari kapasitas kendaraan.
  • Tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit.
  • Dilarang berkerumun lebih dari 5 orang di tempat fasilitas umum.
  • Kegiatan sosial budaya.
  • Resepsi pernikahan dan pesta khitanan.
Baca Juga:   Gelar Pemilihan Ketua MA Ditengah COVID-19, Pelaksanaannya Dapat Dilihat di Platform Streaming

Pengecualian: Pernikahan hanya boleh dilaksanakan akad di KUA dengan maksimal dihadiri 5 orang diluar calon pengantin.

  • Pemakaman.

Pengecualian: Pemakaman hanya dilakukan oleh 5 orang.

Aktivitas dan Jasa yang Diperbolehkan Saat PSBB:

  • Sektor pangan atau makanan dan minuman.
  • Sektor BBM, Listrik, dan gas.
  • Sektor komunikasi dan TI.
  • Sektor pelayanan kesehatan, obat-obatan dan peralatan medis.
  • Melakukan kegiatan olahraga secara mandiri.
  • Sektor keuangan dan perbankan.
  • Kegiatan logistik distribusi barang.
  • Industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional serta kebutuhan sehari-hari.
  • Ormas yang bergerak di sektor kebencanaan dan pertanian.
  • Melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan.
  • Melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan.

Lokasi Posko Check Point Selama PSBB di Sumedang:

Baca Juga:   Dokter Reisa Beri Saran agar Masyarakat Mengganti Masker Setelah Empat Jam Pemakaian

1. Jatinangor
2. Cimanggung
3. Cikaramas, Tanjungmedar
4. Ciawitali, Kecamatan Buahdua
5. Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya
6. Tolengas, Kecamatan Tomo
7. Cilengkrang, Kecamatan Wado.
8. Krisik, Kecamata Jatinunggal
9. Buanamekar, Kecamatan Cibugel
10. Songgom, Kecamatan Surian

(kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here