Dinkes Kota Bandung Temukan Kasus Baru Positif COVID-19 Hasil PCR, Oded: Laboratorium BSL-2 Segera Disiapkan

  • Whatsapp
Ilustrasi Virus Corona. (Foto: aa.com.tr)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo), Kota Bandung mengungkap adanya lonjakan baru kasus positif Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) di Bandung setelah dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Rita mengungkapkan lonjakan jumlah pasien positif itu bukan berarti terjadi hari ini, tapi setelah dilakukan PCR.

Read More

“Bukan penambahan positif hari itu banyak, tetapi karena hasil labnya baru keluar hari itu,” jelasnya.

Dikutip dari detiknews, Jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Bandung mencapai 92 orang. Dari angka itu, 60 masih dirawat, 8 sembuh, dan 24 meninggal dunia.

“Jadi begini, lonjakan jumlah positif banyak itu kan kita tahu pemeriksaan lab PCR untuk memastikan dia confirmed positif kan ngantri, sehingga dalam satu hari itu langsung keluar hasilnya,” ungkap Rita, pada Rabu, 15 April 2020.

Ia pun menjelaskan, bahwa pasien positif ini berasal dari kluster GBI Lembang dan Hipmi Karawang, tapi kebanyakan GBI, ya,” katanya.

“Sudah dilakukan, kami lakukan tracing ke ODP, ODP. Kami lakukan tracing, per wilayah, per kecamatan, dibagi ke puskesmas-puskesmas sesuai alamat. Ini sedang dikerjakan puskesmas,” katanya.

Kini, Rita beserta timnya terus melakukan upaya rapid test terhadap orang dalam pengawasan (ODP) agar peta penyebaran COVID-19 di Kota Bandung cepat diketahui.

“Sekitar 3.300 alat tes cepat sudah digunakan, masih kurang. Saat alat habis, kami bisa kembali mengajukan kepada kepada Pemprov Jawa Barat. Kami sudah menyampaikan hal itu ke pemprov,” ucap Rita.

Dikutip dari pikiranrakyat, Wali Kota Bandung Oded M Danial beserta jajarannya turut menyiapkan laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) di RSKIA. Hal itu diterangkannya ketika peninjnauan ke RSKIA, pada Selasa kemarin, 14 April 2020.

Menurut Oded, pencegahan penyebaran COVID-19 membutuhkan pendeteksian dan pemetaan yang akurat secara masif. Hal itu merupakan bagian upaya Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dinkes Kota Bandung mempercepat pelacakan dan pemetaan COVID-19 secara lebih akurat.

Pemkot Bandung bisa mengadakan banyak tes COVID-19 dengan metode PCR saat laboratorium BSL-2 telah siap digunakan.

“Kami bekerja sama dengan ITB hendak mendirikan laboratorium BSL-2. Pengadaan keperluan laboratorium dari anggaran Pemkot Bandung, ITB sebagai konsultan,” tutur Oded. (*)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *