Hengkang Sebagai Sekjen PSSI, Ratu Tisha Mengaku Hatinya Tertambat Sepak Bola Indonesia

Eks sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destri saat mendampingi konferensi pers perdana pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy di Jakarta, pada Kamis, 24 Januari 2019.(Foto: doc.PSSI)

NOTIF.ID, JAKARTA – Berita mengundurkan diri dari bangku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria sontak membuat kaget para penggemar sepak bola se-tanah air.

Bagaimana tidak, ia merupakan Sekjen perempuan pertama sebagai profesional muda di tubuh PSSI yang terbilang menghasilkan segudang inovasi dan prestasi.

Berita pengundurannya, diumumkan secara resmi, pada Senin, 13 April 2020. Melalui akun Instagram pribadinya @ratu.tisha, dirinya mengunggah pernyataan resmi tentang pengunduran dirinya dari kursi sekjen PSSI dengan video berdurasi 1 menit 45 detik.

Video tersebut berisikan ungkapan pernyataan Ratu Tisha memalui sebuah voice note yang menceritakan pengalamannya selama menjabat menjadi Sekjen PSSI sejak Juli 2017 lalu.

Kiprahnya dimulai ketika Ratu Tisha ditunjuk oleh Ketua Umum PSSI periode 2016-2020, Edy Rahmayadi, untuk menggantikan sekjen sebelumnya, Adi Wellington.

Dikutip dari Kompas.com, eksistensi Ratu Tisha di PSSI sebagai Seksjen PSSI masih dipercaya oleh pengganti Edy Rahmayadi yang mundur sebagai Ketua umum PSSI pada Januari 2019, yakni Mochamad Iriawan pada November 2019 lalu.

Namun, beredarnya isu bahwa Ratu Tisha hanya merupakan ’boneka’ sejumlah petinggi atau pemangku kebijakan sepak bola Indonesia mencuat. Dirinya pun sempat menampik isu tersebut.

“Sebagai profesional muda, saya bergabung dengan PSSI dengan background yang enggak main-main,” ucapnya tegas.

“Pada 2012, saya memutuskan untuk full berkarier di sepak bola. Bahkan, saya pun menempuh pendidikan selama dua tahun di Inggris, Italia, dan Swiss,” jelasnya.

Pengakuan dari lulusan Institut Teknologi Bandung ini menegaskan, bahwa kerja sama internasional untuk area pengembangan pelatih, pemain, dan wasit merupakan hasil nyata dari usaha keras mereka.

Dalam catatan suaranya, Tisha berpesan kepada semua insan sepak bola nasional agar tak jemu dalam mendukung persepakbolaan di Indonesia.

“Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepak bola Indonesia. Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar dan selalu ada jalan bagi yang tidak pernah lelah berusaha,”  tutur Tisha, dalam akun Instagram resminya.

Walaupun harus hengkang dari PSSI, Tisha mengaku bersyukur pernah berkesempatan bekerja untuk melayani anggota PSSI, pemain, pelatih, wasit, match commissioner, instruktur, dan para pencinta sepak bola sejak 17 Juli 2017.

“Bersama-sama kita telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai Amatir dan Elit Usia Muda, membangun kerja sama dengan federasi kelas dunia, menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepak bola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20,” kata Tisha.

“Sebuah kebanggaan yang tidak dapat terwujud tanpa dukungan Pengurus & Anggota PSSI, Pemerintah, dan stakeholder sepak bola, termasuk kamu; setiap individu yang sedang mendengarkan pesan ini,” tambah Tisha.

Menutup pesannya, Tisha mengatakan, pada suatu kesempatan dengan para sahabat, dia pernah berkata bahwa, “Hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepak bola.”

I have loved you for a thousand years, and I will love you for a thousand more,” ungkapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here