Polisi di Sumedang Akan Tindak Tegas Penyebar Hoax COVID-19, Kapolres: Jangan Bikin Resah Masyarakat

Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana saat memberikan masker kepada masyarakat, di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu, 11 April 2020. (Foto: Kiki Andriana/Notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong (Hoax) terkait wabah virus Corona (COVID-19).

Pihaknya berkomitmen akan menindak tegas siapapun yang menyebarkan berita bohong mengenai COVID-19. Kapolres menyebutkan, pihaknya akan berupaya dalam melakukan pemantauan secara intensif di media sosial (Medsos) selama pandemi COVID-19.

Kaitan dengan situasi sekarang, dikatakan Dwi Indra, masyarakat jangan menambah kisruh, artinya jangan sampai membuat informasi yang tidak benar.

“Kami imbau jangan meresahkan masyarakat dengan menyebarkan informasi atau berita-berita yang belum tentu kebenarannya di media sosial sebelum mengonfirmasi kebenarannya,” ucapnya, di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu, 11 April 2020.

Baca Juga:   Bertambah 28 Orang, Kasus Kesembuhan Baru Covid-19 di Jawa Barat Menjadi 1.867 Orang

Selain itu, lanjut Kapolres, Polisi akan melakukan pemantauan melalui patroli di sosial media dan melakukan penindakan. Sebab, menurut Indra, penyebaran informasi hoax ataupun informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan berita hoax terkait COVID-19, namun kami pasti lakukan pemantauan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya terus mengingatkan bahwa pemberitaan hoax melalui medsos bertentangan dengan hukum.

“Pastinya akan kita tindak, karena bertentangan dengan pasal 28 Undang-undang ITE nomor 11 tahun 2008, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ucapnya. (kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here