Disdik Jabar Perpanjang Waktu Pelaksanaan Belajar Mengajar di Rumah

  • Whatsapp
Ilustrasi Pelaksanaan Belajar Mengajar (PBM) via daring di rumah. (Foto: Tirto.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Surat Edaran 443/ 4181–Set.Disdik tentang Perpanjangan Waktu Pelaksanaan PBM di rumah dan Informasi Kegiatan Akademik Tahun Pelajaran 2019/2020 telah ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika.

Hal itu disampaikannya dalam pernyataan resmi, pada Jumat, 10 April 2020. Dikatakannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memutuskan untuk memperpanjang masa pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) untuk SMA sederajat di rumah masing-masing sampai 27 April 2020 mendatang.

Read More

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat telah menetapkan pelaksanaan PBM di rumah masing-masing hingga 13 April 2020.

Dalam pernyataannya, Dewi mengimbau kepada seluruh pengawas dan kepala SMA/SMK/SLB untuk tetap mempedomani penyesuaian surat ini. Karena, keputusan tersebut diambil Pemprov Jabar sesuai kebutuhan penanganan darurat bencana wabah penyakit COVID-19.

“Pelaksanaan PBM di rumah dan pelaksanaan tugas pengawas sekolah, kepala sekolah serta guru dan tenaga kependidikan masa berlakunya dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penanganan darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19 di lapangan,” tuturnya.

Dirinya pun menyampaikan kepada komite sekolah agar berpartisipasi melaksanakan koordinasi dengan orangtua peserta didik dalam bekerja sama, membimbing, memperhatikan, mendampingi, dan mengawasi peserta didik dalam melaksanakan PBM di rumah.

Dikutip dari Liputan6, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar pun menjelaskan, waktu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik dan bekerja di rumah bagi pendidik dan tenaga kependidikan diperpanjang sampai dengan 22 April 2020.

Dirinya menyebutkan, bahwa libur awal Ramadan (1441 H) dimulai dari 23 hingga 25 April 2020.

Dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 04 Tahun 2020 sebagaimana tercantum dalam surat nomor PK.01.01/2384/III/2020, Hikmat mengatakan, kenaikan kelas dan kelulusan pada satuan pendidikan harus mempedomani ketentuan.

Hikmat turut mengatakan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau bantuan operasional pendidikan dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi COVID-19.

Dana BOS digunakan dalam penyediaan alat kebersihan, seperti hand sanitizer, disinfektan, dan masker bagi warga sekolah, serta pembiayaan  selama proses belajar secara daring sesuai Surat Edaran Mendikbud Nomor 04 Tahun 2020.

“Edaran ini akan ditinjau kembali dan diperbaiki apabila ada perubahan kebijakan dan atau ada hal-hal yang tidak sesuai,” ungkapnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *