Angka Kesembuhan COVID-19 di Jatim Terus Meningkat, Khofifah: Alhamdulillah

  • Whatsapp
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penjelasan terkait persebaran COVID-19 di Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Andy Satria via Radar Sruabaya)
Perkiraan waktu baca: 3 menit

NOTIF.ID, SURABAYA – Sebaran pasien sembuh akibat Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) terus meningkat. Kabar itu diamini oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat malam, 10 April 2020.

“Sampai hari ini Alhamdulillah persentase kesembuhan pasien COVID-19 positif Jatim tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia,” ucapnya.

Read More

Diketahui, data per Jumat malam, 10 April 2020, tercatat 256 kasus positif di Jatim, sebanyak 171 di antaranya masih dalam perawatan. Kemudian 63 pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh. Angka itu setara dengan 24,61 persen.

Dikutip dari CNNIndonesia, dilaporkan bahwa sebaran untuk pasien sembuh itu antara lain 32 orang di Surabaya, 3 di Sidoarjo, 4 di Kabupaten Malang, 8 di Kabupaten Magetan, 1 di Gresik, 1 di Kabupaten Kediri.

Kemudian 4 di Kota Malang, 4 di Kabupaten Situbondo, 1 di Kota Kediri, 1 di Banyuwangi, 1 Kabupaten Madiun, 1 Kabupaten Jember, 1 Kota Blitar, 1 Kota Blitar.

Dengan menunjukkan perlambatan COVID-19 di Jatim dan hasil kerja yang positif dilakukan oleh tenaga medis di Jawa Timur, lantas ia pun mengapresiasi dan tak lupa menyampaikan terima kasihnya.

“Saya rasa kita harus menyampaikan terima kasih tidak pernah berhenti kepada seluruh tenaga medis, tenaga paramedik seluruh tenaga kesehatan. Ini bagian dari profesionalisme yang kuat, dedikasi yang kuat dari tenaga medis dan paramedis,” katanya.

Sedangkan untuk kasus positif yang meninggal dunia di Jawa Timur ada sebanyak 22 orang atau setara dengan 8,59 persen.

Namun demikian, berdasarkan data Kota Surabaya menjadi daerah dengan angka kematian tertinggi di area Jatim. Telah dilaporkan, angka kematian akibat COVID-19 sebanyak 10 orang, 3 orang di Sidoarjo, 1 orang di Kabupaten Malang, 1 orang di Kabupaten Magetan.

Sedangkan Kabupaten Gresik 1 orang meninggal , 2 orang di Kabupaten Kediri, 1 orang di Kabupaten Lumajang, 1 orang Kabupaten Pamekasan, 1 di Kabupaten Tuban, 1 orang di Kabupaten Bojonegoro.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, telah merampungkan rapid test sebanyak 10.886 di Jatim, pada Jumat, 10 April 2020.

Rapid test dilakukan untuk para petugas medis yang menangani pasien positif Corona. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), hingga orang tanpa gejala (OTG).

Khofifah mengatakan, dari keseluruhan jumlah rapid test tersebut sebanyak 264 orang di antaranya terindikasi positif corona.

“Saya mau sampaikan untuk rapid test, posisi per jam 17.00 WIB tadi, yang sudah digunakan ada 10.886 alat. Ada yang terkonfirmasi positif 264 orang dari hasil rapid test,” ungkapnya.

Hasil dari 264 orang yang dinyatakan positif pada saat rapid test, kemudian ditindak lanjuti dengan tes swab PCR. Hasilnya, kata dia, ada 24 orang terkonfirmasi positif Corona.

“Ada yang terkonfirmasi positif melalui rapid test itu ada 264, tapi sesudah dilakukan swab PCR dan dinyatakan positif ada 24. Posisi seperti ini menjadi penting untuk dilakukan tracing,” jelasnya.

Pasien yang dinyatakan positif dari hasil rapid test maupun tes swab PCR antara lain PDP sebanyak 16, OTG 5 orang, ODP 3 orang, dan seorang petugas kesehatan.

Ia pun mengatakan, pihaknya akan kembali mendatangkan 18 ribu alat rapid test COVID-19. Nantinya, alat itu akan digunakan untuk melakukan test pada para pemudik yang baru tiba di Jatim.

Walau angka kesembuhan di Jatim diklaimnya tertinggi, Khofifah tetap tegas dalam mengimbau masyarakatnya untuk tetap mengikuti aturan pemerintah terkait physical distancing, Social distancing, dan selalu gunakan masker.

“Kembali kami mengingatkan agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah, tetap tinggal di rumah dan keluar rumah hanya untuk kepentingan urgent, olah raga yang cukup dan jaga jarak aman serta pola hidup bersih dan sehat jika harus keluar rumah gunakan masker,” tegasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *