Bertemu Orang yang Belum Makan Hingga Tiga Hari, Hati Anita Hancur dan Bertekad Membantu Masyarakat

  • Whatsapp
Anita Tri Kusumawati (masker) saat memberikan bantuan paket sambako kepada seorang nenek di Dusun Mekar Asih, Desa Hegarmanah, Jatinangor, beberapa waktu lalu.(notif.id/kiki andriana)
Perkiraan waktu baca: 3 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Anita Tri Kusumawati mengaku hancur hatinya saat mendengar curhatan seorang pria yang mengaku belum makan selama tiga hari. Pria itu terpaksa menganggur dari kerja serabutannya akibat wabah Covid-19. Pria yang yang kebingungan dan ingin pulang ke rumah tersebut ditemui Anita di jalanan.

Yang membuat hatinya hancur, pria yang ditemuinya itu tidak menunjukkan sikap untuk meminta-minta, meski dalam keadaan kesulitan. Terlebih, si pria itu memiliki istri dan anak yang harus dinafkahi.

Read More

Dari peristiwa itu, Anita semakin sadar bahwa akibat wabah Covid-19 banyak warga yang kehilangan pekerjaannya. Dan banyak warga yang perlu mendapat bantuan. Sepulangnya ke rumah, Anita kemudian berdiskusi dengan keluarga untuk niat membantu masyarakat. Keluarga Anita pun akhirnya sepakat.

“Ceritanya awal dari bertemu bapak-bapak tadi. Walaupun tidak menunjukkan bahwa bapak itu adalah salah satu orang yang butuh bantuan. Ini yang membuat saya sadar. Tidak selamanya yang butuh bantuan itu tampilan fisiknya seperti yang suka minta-minta dengan pakaian compang-camping,” kata Anita kepada Notif.

Dari situlah Anita kemudian tergugah. Meskipun ia memang sudah sering berkali-kali melakukan kegiatan sosial dengan membantu masyarakat kurang mampu.

Namun, Anita menilai jika di tengah wabah Covid-19, kesulitan masyarakat semakin nyata. Kehilangan pekerjaan membuat hampir mayoritas masyarakat di Indonesia mengalami kesulitan. Banyak masyarakat masuk dalam kategori miskin. Padahal, sebelumnya tidak demikian.

“Wabah ini berdampak sekali dengan perekonomian masyarakat. Yang tadinya tidak masuk dalam kategori miskin, kini malah jadi masuk. Ya, karena tadi, kehilangan pekerjaan,” kata dia.

Selama wabah Covid-19 ini, ibu dari satu anak warga Setra Indah, Kota Bandung, setidaknya sudah sembilan kali bergerak membantu masyarakat di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan juga Kabupaten Sumedang. Ia memberikan bantuan berupa paketan sembako kepada masyarakat yang benar-benar menemui kesulitan hidup akibat wabah virus ini.

“Awalnya dulu saya lebih ke nasi bungkus. Tapi, setelah melihat di lapangan ternyata yang dibutuhkan adalah sembako. Karena yang masyarakat butuhkan, bukan untuk sekali makan saja,” kata dia seusai memberikan bantuan di Kampung Mekar Sari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Niat mulia Anita dan keluarga ternyata mulai merebak ke sejumlah masyarakat yang juga memiliki keinginan membantu sesama. Akhirnya, banyak yang menitipkan bantuan donasi kepadanya.

“Awalnya memang dari keluarga yang bergerak turun ke lapangan. Tapi akhirnya banyak yang tahu. Banyak yang nitip ke saya untuk disalurkan kepada yang memiliki haknya,” kata dia.

Kepala Kantor Arsip Unpad Jatinangor ini menuturkan, apa yang ia lakukan bersama para donatur lainnya diharapkan bisa meringankan beban masyarakat. Terlebih secara tidak langsung, apa yang telah ia lakukan bisa ikut membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19.

Sebab, kata dia, di kondisi seperti ini, peran masyarakat juga penting, mengingat bantuan pemerintah masih banyak yang belum tepat sasaran. Hal itu, kata dia, dikarenakan kurangnya koordinasi di level masyarakatnya.

“Jadi tidak hanya mengandalkan pemerintah saja. Masyarakat yang mampu harus ikut turun tangan. Karena kita adalah mata masyarakat yang tentu lebih bisa melihat secara dekat kondisi di lapangan,” kata dia.

Selain paketan sembako, bantuan yang ia salurkan baik dari hasil belanja dari keuangan keluarganya sendiri maupun donasi dari masyarakat lain, juga berupa sejumlah alat-alat penunjang kesehatan.

“Bukan sembako saja. Ada masker, ada hand sanitizer. Kalau hand sanitizer sudah mulai berkurang. Karena susah mencarinya. Jadi lebih ke sembako untuk sekarang,” ucap dia.

Anita menuturkan, ia memiliki cara tersendiri untuk melaporkan hasil penyaluran bantuan sosial tersebut. Sebagai transparansi, setiap selesai penyaluran bantuan, ia merinci dan melaporkan hasil sasaran penyaluran bantuannya di akun facebooknya. Donatur, kata dia, bisa melihat dan mengecek hasilnya secara transparan.

“Karena saya ingin selalu amanah. Apalagi banyak titipan dari Hamba Allah ke saya untuk meminta disalurkan kepada yang berhak. Jadi saya memutuskan untuk merinci dan melaporkan di akun facebook,” kata dia.

Anita pun mengajak seluruh masyarakat, terkhusus di wilayah Bandung Raya untuk terus berbagai demi kemanusiaan di tengah wabah Covid-19. Pasalnya, di situasi saat ini banyak masyarakat yang betul-betul membutuhkan uluran tangan.

Sementara itu, Jajang Dedi, salah satu warga Dusun Mekar Asuh yang juga penerima bantuan sangat mengapresiasi langkah dari Anita. Menurutnya, apa yang Anita lakukan betul-betul sangat membantu masyarakat.

“Saya wakil dari masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Bu Anita. Bantuan ini cukup membantu. Terutama bagi masyrakat kecil yang betul-betul kena dampaknya. Seperti saya,” kata dia.(kia/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *