677 Orang di Jabar Terindikasi Positif Covid-19

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak meduai seusai meninjau Pasar Sederhana, Kota Bandung, Rabu 18 Maret 2020.(ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Dari hasil rapid test yang dilakukan oleh pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, menunjukkan hasil ratusan warga yang terindikasi positif COVID-19.

Pemprov Jawa Barat sebelumnya telah membagikan 61 ribu alat rapid test yang telah dibagikan ke 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Berdasarkan data yang dikumpulkan, sekitar 15 ribu laporan telah diterima Provinsi Jawa Barat.

Read More

Namun demikian, Pemprov Jabar akan mengupayakan tes ulang dengan menggunakan metode molekuler alias Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memastikan keabsahan dari hasil rapid test.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, hasil rapid test yang digelar di 27 Kabupaten Kota itu, menunjukkan kasus dimana 677 orang diindikasikan positif Corona (COVID-19).

“Dari rapid test yang sudah dilaporkan terdapat indikasi positif 677 individu, ini banyak sekali,” ungkap Emil, saat konferensi pers di Gedung Pakuan Bandung, pada Jumat, 3 April 2020.

Emil mengatakan, Kota Sukabumi menjadi wilayah dengan jumlah warga terbanyak yang diindikasi terjangkit COVID-19. Jumlah terbanyak kedua yakni di Kota Bandung yang didominasi oleh pasien penyebaran klaster Lembang.

“Dari 677 itu paling besar terindikasi positif RDT atau belum confirm PCR itu 310 ada di kota Sukabumi di institusi kenegaraan kemudian terbesar kedua 226 indikasi positif di Kota Bandung,” ungkapnya.

Emil pun menyampaikan, temuan baru dari hasil rapid test itu terindikasi dari empat institusi negara yang terindikasi positif COVID-19. Ia meminta, lembaga kenegaraan di pemerintah pusat yang memiliki institusi di wilayah Jabar agar melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar.

“(Koordinasi itu) untuk melakukan pengetesan siswa-siswa yang sedang berasrama atau tinggal dan berpendidikan di institusi pendidikan kenegaraan tersebut karena ditemukan indikasi positif di empat institusi kenegaraan yang berlokasi di Jabar,” katanya.

Emil mengklaim, bahwa rapid test yang dilakukan oleh jajarannya sudah sesuai dengan kriteria prosedur WHO. Menurutnya, tes yang dilakukan secara masif itu untuk membuka peta persebaran virus Corona yang sebelumnya tak diketahui.

“Semakin banyak pengetesan masif maka kita akan menemukan peta baru yang selama ini tidak terlihat. Inilah masukan dari Jabar kepada seluruh provinsi di Jabar untuk memaksimalkan pengetesan masif kepada mereka-mereka yang diwaspadai,” ungkapnya. (fan/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *