Warga Tolak Jenazah COVID-19, Aa Gym: Pemakaman Harus Sesuai Prosedur WHO dan Syariat Islam

  • Whatsapp
KH Abdullah Gymnastiar. (Foto: Net)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Kecemasan berlebih masyarakat terhadap jenazah terjangkit virus Corona (COVID-19), terutama pada prosesi pemakaman. Membuat pendakwah, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) turut meluruskan stigma yang beredar dikalangan masyarakat.

Dikatakannya, ia turut mengimbau masyarakat tak memberi stigma kepada jenazah COVID-19. Selama prosedur dan perlakuan jenazah sesuai protokol kesehatan dan syariat, menurutnya, proses pemakaman akan aman.

Read More

“Kalau prosedur pengelolaan jenazah itu sudah standar dengan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan juga sesuai dengan standar syariat islam, itu benar-benar sudah aman,” kata Aa Gym.

Aa Gym pun telah berkonsultasi dengan dokter perihal penanganan pasien yang positif terjangkit COVID-19 soal keamanan pemakaman jenazah.

Menurut pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, bandung ini menegaskan, jenazah yang diperlakukan sesuai protokol kesehatan dengan benar dan tepat, tidak akan menimbulkan persoalan.

“Jadi, sebetulnya tidak ada alasan bagi kita semua masyarakat untuk menolak dikuburkannya jenazah yang wafat karena COVID-19 ini, sepanjang sudah sesuai dengan prosedur protokol pengelolaan jenazah, baik secara syariat maupun standar kesehatan,” kata Aa Gym.

Aa Gym menjelaskan, penghormatan kepada jenazah sangat dianjurkan. Pasalnya, mengurus jenazah dengan baik hukumnya wajib bagi umat Islam.

Pengurusan jenazah pun sudah diatur dalam syariat Islam. Mulai dari cara memandikan, mengkafani, hingga menguburkan.

“Ketika wafat dimandikannya saja harus dengan lemah lembut, dibersihkan dari segala kotoran, diwudukan, dikafani, ini pada umumnya, ya, saking derajat manusia itu dimuliakan walaupun sudah wafat,” ucapnya.

Maka itu, Aa Gym prihatin manakala mendengar terjadi penolakan pemakaman jenazah COVID-19 di sejumlah daerah.

Aa Gym mengatakan, penolakan timbul karena ketidaktahuan atau minimnya informasi yang diterima masyarakat, khususnya protokol pemulasaran jenazah positif Corona.

Sebagai langkah antisipatif, Aa Gym mengajak semua pihak untuk gencar mengedukasi masyarakat terkait protokol pemulasaran jenazah COVID-19, agar kejadian serupa tak terulang.

“Bisa dibayangkan pedihnya keluarga, sudah wafat tidak bisa dekat, tidak bisa mengurus jenazah dengan baik, lalu masyarakat bersikap seperti ini,”

“Jadi memang sebaiknya lebih agresif dalam memberikan sosialisasi, sehingga tidak terulang lagi peristiwa seperti ini (penolakan jenazah positif Corona),” katanya.

Menurutnya, solusi terbaik bila semua pihak tidak saling tunggu dan saling menyalahkan, namun turut dalam mengedukasi masyarakat sesuai dengan peran, kemampuan, dan caranya masing-masing.

“Terima jenazah yang sudah diproses dengan prosedur kedokteran yang benar, prosedur medis yang benar, prosedur agama. Kita harus menerima dan memuliakan jenazah. Jangan takut,” ucapnya. (fan/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *