Subhanallah! Fenomena Matahari Cincin Terlihat di Cakrawala Bandung, Pertanda Apa Ini?

  • Whatsapp
Halo matahari. Foto: @ruubungsucikur via Facebook)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Siang ini, pada 3 April 2020, terjadi suatu fenomena alam yang membuat decak kagum serta merinding warga di sekitar Jawa Barat.

Terlihat cahaya matahari di cakrawala langit sekitar Bandung begitu terang dengan memantulkan ring matahari yang sangat anggun.

Read More

Hal ini telah membuat ramai komentar warga sosial media (sosmed) yang turut menyaksikan keajaiban alam ini. Salah satunya foto yang diunggah oleh Padalarang Sejuta Cerita pada laman Facebook.

Pemilik akun @yantosagala memposting beberapa fenomena alam matahari tersebut dengan CaptionSubhanallah…yaa Allah panon poe dinteun jumat meni merinding kieu

(Subhanallah…yaa Allah matahari di hari jumat ini bikin merinding).

Tangkapan layar laman Facebook PadalarangSejuta Cerita, pada Jumat, 3 April 2020. (Foto: Notif.id)

Dari beberapa komentar di laman Facebook tersebut berpendapat, pertanda tersebut merupakan sebuah pertanda.

Seperti komentar @tikateawe dikatakan, menurut kepercayaan leluhur dipercayai pemimpin negara Indonesia sedang berduka, karena musibah besar di dunia dan Indonesia tengah terjadi.

Pemimpin negara urang sedih saur sepuh mah ,kan ju aya musibah besar di dunia lain di indonesia hungkul tapi duka abi mah saur nenek abi,”katanya.

(Pemimpin negara kita sedang bersedih kata nenek, kan sedang terjadi musibah besar di Dunia bukan di Indonesia saja, tapi itu kata nenek saya,)

Nama pemilik akun @Hikmataming pun mendoakan, bahwa fenomena alam ini merupakan tanda bahwa akan lenyapnya COVID-19 di Dunia.

“Mugia tanda lenyap Covid 19 di muka bumi ieu… Aamiin YRA (Semoga ini merupakan tanda lenyapnya COVID-19 di permukaan Bumi… Amiin YRA)”, Doanya.

Dikutip dari Wikipedia, diketahui bahwa keajaiban alam ini merupakan fenomena yang disebut Matahari Cincin atau Halo Matahari. Disebut juga Nimbus, Icebow, atau Gloriole.

Halo Matahari merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan.

Ada berbagai macam fenomena Halo Matahari, tetapi umumnya Halo muncul disebabkan oleh kristal es pada Awan Cirrus (biasanya Cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer.

Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Dikutip dari Tempo.co, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin turut mengatakan, bahwa fenomena Halo disebabkan oleh kristal es di Cirrostratus yang membiaskan cahaya matahari seperti prisma.

Cahaya yang terurai tampak membentuk cahaya pelangi yang melingkari matahari.

“Warna hitam di antara matahari dan cincin hanya akibat efek kontras saja,” katanya.

Pada masa pancaroba sekitar September-Oktober-November serta Maret-April-Mei, kejadian matahari halo sering terjadi di Indonesia.

Sebagian orang khawatir fenomena tersebut merupakan pertanda akan datangnya bahaya. Kejadian Halo merupakan fenomena alam biasa, tidak perlu dikaitkan dengan bahaya.

Akun Facebook tersebut kini telah disukai sebanyak 591 menyukai, 164 komen dan 104 dibagikan. (ell/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *