Ditolak Warga Bangun Ruang Isolasi Corona di Lembang, Nanang: Sementara Dialihkan di 3 RSUD dan 1 RS Swasta

  • Whatsapp
Ilustrasi hasil tes virus Corona. (Foto: Freepik)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG BARAT – Ruang Isolasi Darurat untuk COVID-19 yang pernah diwacanakan oleh Pemerintah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibatalkan karena ditolak warga setempat.

Pemda KBB memang sudah mewacanakan skenario lokasi mitigasi pasien COVID-19 di satu lokasi. Menurut Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Nanang Ismantoro mengatakan, warga setempat menolak perencanaan pembangunan pusat ruang isolasi di lingkungan mereka.

Read More

“Rencana ruang isolasi darurat di Lembang tidak jadi dibuat. Karena masyarakat menolak. Akhirnya kita mengalihkan rencana untuk memaksimalkan ruang isolasi di Rumah Sakit,” ungkap Nanang, pada Rabu, 1 April 2020.

Dirinya menerangkan, bahwa perubahan rencana akan dibangun ulang guna menyiapkan ruang isolasi yang dapat menampung sejumlah pasien.

Saat ini, Dinkes KBB sudah menyiapkan 66 ruangan untuk isolasi. Ruang isolasi itu terdapat di 3 RSUD dan 1 rumah sakit swasta.

“Untuk sekarang existing sudah ada 9 ruangan di RSUD Cililin tapi sedang di siapkan 9 ruangan lagi. Kemudian di RSUD Lembang, disiapkan 7 ruangan. Di Cikalongwetan ada 35 ruangan. Satu lagi di RSCK Padalarang ada 6 ruangan. Jadi total di KBB ada 66 ruang isolasi yang kami siapkan,” ungkapnya.

Meski sudah dibangun puluhan ruang isolasi, Nanang mengatakan, Dinkes KBB masih belum bisa memprediksi angka pasien puncak COVID-19.

Ia mengakui, Dinkes KBB cukup kesulitan menghitung kemungkinan lonjakan pasien sebelum diberlakukannya karantina wilayah.

“Justru, kita belum bisa memprediksikannya itu karena takut tidak terkendalinya orang-orang yang mudik itu. Kalau tidak ada pemudik, wabah COVID-19 di KBB akan reda sekitar akhir bulan April,” katanya.

Menurut Nanang, anggaran untuk melakukan pencegahan dan penanganan wabah COVID-19 ini, Pemkab Bandung Barat sudah menyuntikkan anggaran hingga Rp 30 miliar dari APBD.

“Anggaran kita sudah bukan Rp 18 miliar, sekarang hampir Rp30 miliar. Anggaran itu dari APBD yang digeser-geser,”

“Tapi untuk ke depannya, pak Bupati lagi menyiapkan sampai Rp50 miliar kalau pasien COVID-19 masih terus bertambah,” ungkapnya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat KBB, agar turut berjuang melawan wabah COVID-19. Dikatakannya, bahwa masyarakat merupakan gugus terdepan dalam pencegahan penularan virus dengan menerapkan social distancing dan pola hidup sehat.

“Kita Dinkes dan tim medis memang menjadi gugus terdepan dalam penanganan pasien. Tapi gugus terdepan dalam pencegahan, adalah masyarakat yang menjaga social distancing dan pola hidup sehatnya,” katanya. (fan/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *