Proses Pemakaman Tak Biasa di Sumedang: Jenazah Ditandu ke TPU oleh Petugas Medis yang Mengenakan APD

Sejumah petugas medis RSUD Sumedang tengah membawa jenazah dengan tandu dilengkapi dengan APD, Jumat 27 Maret 2020.(istimewa)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Sejumlah petugas RSUD Sumedang memakamkan jenazah AA (55), seorang warga Perumahan Jatihurip, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) dari risiko terpapar Covid-19, Jumat 27 Maret 2020.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Notif, saat pelaksanaan prosesi pemkaman, jenazah AA ditandu oleh empat petugas RSUD Sumedang yang lengkap mengenakan APD ke TPU Jatihurip. Proses pengangkatan jenazah dari tandu hingga memasuki liang lahat pun juga dilakukan oleh petugas RSUD Sumedang tersebut.

Kepala Desa Jatihurip, Deden Wahidin membenarkan terkait proses pemakaman warganya yang dilakukan dengan dilengkapi APD tersebut. “Iya betul. Hal itu dilakukan karena kekhawatiran pihak keluarga dan warga setempat, “Deden via telepon selular.

Baca Juga:   Hari Ini PSBB Parsial Kabupaten Bandung Tahap 2 Diberlakukan di Delapan Kecamatan

Sebelum meninggal, kata Deden, korban sempat mengalami sakit flu dan sempat berobat ke dokter. Namun, sepulang berobat AA justru meninggal dunia di rumahnya.

“Informasi dari warga, hasil diagnosa dokter yang memeriksa, kalau yang bersangkutan menderita penyakit TB (tuberculosis),” kata dia.

Dari keterangan warga, kata Deden, sebelum AA mengalami sakit flu, diketahui bahwa suami AA lah yang terlebih dulu sakit flu. Lalu, suami AA diduga menularkan sakit flu tersebut kepada AA.

“Aa meninggal, Kamis 26 Maret 2020, sore. Dan malamnya dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan, kemudian tadi pagi jenazah dibawa ke TPU Perum Jatihurip untuk dimakamkan. Pemakamannya pun dilakukan oleh petugas medis dari RSUD Sumedang yang menggunakan APD Covid-19,” tuturnya.

Baca Juga:   Ini Tanggapan Bupati Sumedang Mengenai Larangan Jemaah Umrah Masuk ke Arab Saudi

Saat proses pemakaman, kata Deden, warga yang melayat pun turut didata identitasnya. Sementara saat ini, suami AA masih menjalani karantia di rumahnya sendiri. Sebab, AA dan suami hanya tinggal berdua di rumah.(kia/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here