Siap-Siap! Perantau yang Kembali ke Sumedang akan Diperiksa Secara Intensif

Ilustrasi penumpang bus.(karinatour.co.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) terus dilakukan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Salah satunya dengan memperketat pengawasan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan penumpang angkutan umum yang berasal dari Jakarta maupun dari kota lainnya.

Informasi yang dihimpun Notif, Pemkab Sumedang melalui Dinas Perhubungan akan
memperketat seluruh bus yang masuk Terminal Ciakar dan Wado dan melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang.

Hal itu dilakukan guna memastikan kondisi penumpang baik-baik saja dan tidak membawa gejala-gejala yang dapat berisiko yang orang tersebut masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP).

“Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan Pemkab Sumedang terhadap penyebaran Covid-19 yang saat ini kondisinya tidak menguntungkan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suyatman via pesan singkat, Kamis 26 Maret 2020, malam.

Baca Juga:   UPDATE Covid-19 Indonesia 29 Maret 2020: 1.285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Dikatakan Herman, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan atau pengecekan terhadap warga Sumedang yang kembali dari perantauannya. Pelaksanaan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas Dinasa Perhubungan, Forkopimcam, dan dibantu petugas kesehatan dari Puskesmas.

“Tujuannya untuk mengetahui apakah ada warga yang mudik itu memiliki tanda-tanda gejala yang bisa dimasukkan kategori ODP bergejala atau ODP berisiko,” tuturnya

Setelah dilakukan pemeriksaan. warga yang baru saja tiba dari Jakarta atau kota lainnya nantinya diminta untuk segera melakukan karantina secara mandiri di rumah masing-masing. Selain itu juga membatasi interaksi sosial dalam jangka waktu 14 hari.

“Diedukasi dan diberi pemahaman agar warga yang pulang kampung dari Jakarta tersebut (notabene episentrum Covid 19) secara sadar mengkarantina diri secara mandiri,” ucapnya.

Baca Juga:   677 Orang di Jabar Terindikasi Positif Covid-19

Menurutnya, warga yang baru pulang dari Jakarta atau kota lainnya otomatis akan di masukkan ke dalam kategori status ODP. Sebab, kata dia, pusat penyebaran virus Corona terbanyak saat ini berasal dari Jakarta.

“Kebijakan memberi status ODP ini untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan penyebaran masif COVID-19,” kata dia.

Agar penyebaran Covid-19 tidak meluas, Herman meminta warga Sumedang pihaknya agar tidak berpergian sementara waktu, terlebih ke daerah endemic Covid-19.

“Untuk warga Sumedang yang bermata pencaharian di luar Kabupaten Sumedang seperti Jakarta dihimbau untuk jangan mudik dulu ke Sumedang, karena sumber Covid-19 di Indonesia itu mayoritas ada di Jakarta,” ucapnya.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here