Akibat Pandemi Covid-19, Omset Usaha Konveksi Pakaian Jadi di Kabupaten Bandung Turun Drastis

ilustrasi menjahit dengan mesin jahit. (foto: iproperty.com)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Pandemi Covid 19 di Indonesia usaha para pelaku UMKM konveksi pakaian jadi di Kabupaten Bandung kian sepi pembeli. Pasalnya, para pelaku UMKM pakaian jadi tersebut akhirnya harus membatasi diri untuk membeli bahan produksi maupun menjual pakaian jadi tersebut.

Pelaku usaha konveksi pakaian jadi di Kampung Mekarsari Desa/Kecamatan Kutawaringin, Ujang Suparno, menuturkan, banyak pelaku usaha konveksi pakaian jadi di daerahnya yang mengeluh. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas perekonomian di lingkungan tempat tinggalnya semkain loyo.

Jika dalam kondisi normal, kata Ujang, ia dan pelaku usaha lainnya biasa keluar rumah untuk memasarkan hasil produksinya dengan intensitas dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Baca Juga:   Dampak COVID-19 Bagi Pariwisata di Sumedang, Sejumlah Karyawan Dirumahkan

“Biasanya para pengusaha konveksi di Kabupaten Bandung itu memasarkan produknya ke Jakarta, Tegal Gubug Cirebon dan beberapa tempat lainnya. Tapi karena ada wabah virus Corona, meskipun saat ini masih berjalan tapi perdagangan sepi sekali. Yah mungkin karena konsumennya juga takut mau datang ke toko dan pasar-pasar untuk belanja juga,” kata Ujang via telepon, Sabtu 28 Maret 2020.

Menurut Ujang, menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, hasil produksi pelaku usaha pakaian jadi gencar diburu konsumen. Namun, kata dia, di tahun ini tidak sama sekali. Para pelaku usaha, kata dia, bahkan mengurangi beban produksi karena khawatir hasil produksinya tak terjual habis. Dan itu bisa mengancam pelaku usaha gulung tikar.

Baca Juga:   UPDATE Covid-19 Jabar 19 April 2020: 641 Positif, 56 Meninggal, 41 Sembuh

“Sekarang kebanyakan masih menunggu. Kalau produksi masih tetap berjalan, yah paling tidak menghabiskan stok bahan yang ada. Selain itu walaupun pasar sepi tapi kan kami harus persiapan untuk lebaran nanti. Semoga saja wabah ini segera berakhir agar perekonomian masyarakat bisa segera bangkit kembali,” ujarnya.

Menurut Ujan, wabah Covid-19 memberikan dampak negatif yang cukup besar kepada para pelaku UMKM seperti dirinya. Omset penjualan para pelaku UMKM pakaian jadi di Kabupaten Bandung, rata-rata mengalami penurunan lebih dari 50 persen akibat wabah virus tersebut.

Hal ini terjadi, kata dia,karena pasar terbesar mereka di Tanah Abang di Jakarta. Sementara, kondisi Pasar Tanah Abang sudah sepi pembeli.  Begitu juga dengan pasar-pasar lainnya yang juga menjual pakaian jadi. pun turut sepi.

Baca Juga:   Dunia Berlomba-lomba Temukan Antivirus COVID-19, Jerman Turut Uji Coba Vaksin Corona ke Manusia

“Saya kira semua jenis usaha sekarang sepi. Orang-orang takut untuk keluar rumah. Daya beli masyarakat juga terus loyo. Semoga upaya penanggulangan virus ini yang tengah dilakukan pemerintah segera berhasil. Karena dampaknya benar-benar kami rasakan,” katanya.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here