Pedagang Bakso di Kabupaten Bandung Ini Jadi Korban Postingan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi

Totok Agustin dan istrinya saat menjelaskan terkait postingan di akun facebook Jefsen Satria yang mengunggah postingan ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi di Mapolsek Katapang, Kamis 26 Maret 2020.(ist)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Toto Agustin (41) warga Kampung Babakan Cedok, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kini harus pasrah untuk tidak berjualan bakso. Pasalnya, ia dan sang istri, Asriah, terus menerus mendapat teror sejumlah orang akibat ulah tangan oknum warga tak bertanggung jawab.

Teror yang ia dapatkan berawal dari terubggahnta foto warung bakso miliknya di akun facebook bernama Jefsen Satria. Akun Jefsen Satria sendiri mengunggah postingan ujaran kebencian yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo terkait meninggalnya sang Ibunda, Sujiatmi Notomiharjo.

Unggahan postingan bernada ujaran kebencian yang diunggah oleh akun Facebook Jefsen Satria tersebut dengan menuliskan “Selamat atas matinya mak jokowi kmi rakyat trtama umat islam…sangat bagagia dan bersuka ria… Smga anak dan jkowi cpat nyusul ke nrka ya.amin.yg ga bersuka ria itu hanya cinakomunis,dan kafir piki…pki betina bukanbsh yg mati..”

Unggahan di akun facebook tersebut hingga saat ini berdasarkan pantauan Notif telah dihujani sebanyak 44 ribu kecaman dan komentar pedas dari warganet dan 13 ribu kali dibagikan.

Baca Juga:   Hore, 14 Desa Berprestasi di Kabupaten Bandung Dapat Bantuan Maskara

Kanit Reskrim Polsek Katapang, AKP Dwi Noor menuturkan, dari konfirmasi anggota kepolisian setelah menemui dan menginterogasi Toto, diketahui jika Toto dan pemilik akun facebook tidak saling kenal.

“Setelah petugas Bahabinkamtibmas mendatnagi saudara Toto, dan akhirnya membawa saudara Totok ke MApolsek Katapang, diketahui dia dan pemilik akun tidak saling kenal,” kata Dwi kepada Notif via sambunghan telepon, Kamis 26 Maret 2020.

Menurut Dwi, foto warung bakso “Doyok” yang diunggah di akun Facebook tersebut memang benar kepunyaan Toto. Namun, kata dia, Toto tak mengetahui jika foto warung baksonya tersebut diunggah di akun Facebook tersebut.

“Karena di banner warung baksonya ada nomor hp saudara Toto yang memang digunakan untuk pemesanan online, maka yang bersangkutan terus mendapat teror. Karena, kan, foto warung baksonya ikut ada di akun facebook itu.  Makanya, yang bersangkutan akhirnya sampai saat ini tidak berdagang karena takut,” katanya.

Baca Juga:   Wakil Rakyat Ini Beri Motivasi Korban Kebakaran di Rancaekek

Dikatakan Dwi, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap akun facebook tersebut. Hingga saat ini, kata dia, pihak kepolisian belum bisa menentukan lebih lanjut apakah akun facebook itu asli atau tidak. Namun, ia memastikan jika adanya foto warung bakso yang diposting di akun tersebut adalah berita palsu.

“Intinya untuk foto warung bakso tidak benar. Warung bakso itu milik saudara Toto. Sementara yang bersangkutan tidak kenal dengan pemilik akun atau foto orang yang ada di akun tersebut,” kata dia.

Menurut Dwi, pihak kepolisian saat ini akan terus melakukan pendampingan dan perlindungan kepada Toto dan keluarganya akibat banyaknya teror yang bermunculan. Pasalnya, Toto adalah korban salah sasaran dari luapan kemarahan para netizen yang notabene harusnya dilampiaskan kepada pemilik akun facebook Jesen Satria.

Baca Juga:   Turnamen Olah Raga Meriahkan Hari Bakti PU di Kabupaten Bandung

“Yang jelas, imbaua bagi seluruh warga masyarakat yang mendapat informasi di media sosial, untuk cek dan ricek terlebih dahulu kebenarannya. BIsa menanyakan ke aparat desa setempat atau kepolisian setempat,” kata dia.(put/ras)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here