Ini Pedoman Tenaga Medis dan Masyarakat Hadapi Penanganan COVID-19

Kepala BNPB, Doni Monardo saat menjelaskan terkait percepatan penanganan COVID-19 di hadapan puluhan awak media pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu 14 Maret 2020.(ist)

NOTIF.ID, JAKARTA – Gugus Tugas mengeluarkan Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia pada Selasa 24 Maret 2020. Pedoman ini diterbitkan untuk memberikan panduan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat umum dalam mencegah dan menangani kasus COVID-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan bahwa pedoman ini merupakan hasil identifikasi dan diskusi oleh Kementerian Kesehatan, para organisasi profesi, serta para pakar terbaik di bidang kedokteran, kesehatan masyarakat (kesmas) dan laboratorium.

“Pedoman ini juga telah disesuaikan dan sejalan dengan Pedoman Pencegahan dan Penanganan COVID- 19 terbaru oleh Kementerian Kesehatan yang diperuntukkan untuk tenaga medis,” tambah Doni yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB dalam keterangannya yang diterima Notif, Rabu 25 Maret 2020.

Baca Juga:   Pemprov Jawa Barat Resmi Perpanjang PSBB Hingga 12 Juni, Bagaimana Rencana Emil Soal Realisasi New Normal?

Dokumen setebal 39 halaman tersebut dapat berubah dan diperbarui sesuai dengan perkembangan penyakit dan situasi terkini.

“Kami berharap agar seluruh lapisan masyarakat, para pemangku kepentingan, para ahli, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dapat mencerminkan semangat gotong royong dan semangat bela negara demi memerangi kasus COVID-19,” kata Doni.

Penyusunan dokumen ini merupakan salah satu respon pemerintah yang sigap dan strategis. Di samping pedoman, Gugus Tugas bergotong royong dengan multipihak untuk menyiapkan dan menguatkan kapasitas sumber daya kesehatan, baik di rumah sakit, laboratorium dan fasilitas kesehatan lain.

Pedoman yang disusun oleh para pakar ini memiliki beberapa tujuan khusus, yaitu melaksanakan penanganan panduan kesmas, komunikasi informasi dan edukasi masyarakat tanpa tatap muka, manajemen pasien dan rujukan calon pasien, tes cepat dan pemeriksaan laboratorium, manajemen pasien di rumah sakit, karantina dan isolasi serta penanganan pasien meninggal.

Baca Juga:   Kelangkaan Masker di Kabupaten Bandung Masih Terjadi

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengharapkan berbagai pihak termasuk media massa untuk mempublikasikan dan membagikan pedoman ini secara luas. Masyarakat dapat mengakses pedoman tersebut melalui tautan ini https://loker.bnpb.go.id/s/PedomanPenangananCepatMedis

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat perkembangan jumlah pasien positif terjangkit virus corona penyebab COVID-19 di Indonesia mencapai 790 orang dan 58 orang meninggal dunia, serta 31 orang sembuh per 25 Maret 2020.

“Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 105 kasus, sehingga total saat ini 790 kasus positif,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Rabu 25 MAret 2020.

Baca Juga:   Meningkat Dua Kali Lipat! China Kini Hadapi Kasus Baru COVID-19 di Negaranya

Sebelumnya pada Selasa 24 Maret 2020 kasus positif  COVID-19 di Indonesia tercatat 685 pasien, sedangkan yang meninggal dunia 55 orang.(*/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here