Meski Terinfeksi dan Tanpa Gejala, Anak Muda Bisa Berpotensi Sebagai Carrier COVID-19

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona. (foto: Setkab.go.id)

NOTIF.ID, JAKARTA – Anak muda memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier) mikroorganisme SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 dan menularkan kepada orang tua atau manusia usia lanjut (manula).

Hal ini bisa terjadi ketika anak muda yang sudah terinfeksi namun tampak sehat, kemudian secara langsung maupun tak langsung membawa virus tersebut ke lingkungan yang terdapat manula.

Kasus tersebut kemudian menjadi persoalan serius sehingga golongan muda harus memperhatikan betul jangan sampai menjadi sumber penyebaran virus di lingkungan keluarga dan sekitarnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan anak muda bisa terinfeksi namun tanpa gejala. Hal itu yang kemudian menjadi faktor penyebaran Covid-19 secara cepat.

Baca Juga:   Pasien Positif COVID-19 di Sumedang Jadi 2 Orang, 17 Pasien Lainnya Terindikasi Positif Hasil Rapid Test

“Anak muda yang nampak sehat dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 kepada golongan manusia usia lanjut (manula). Ketika kita terkena dan tidak isolasi diri, ini problem mendasar sehingga sebarannya cepat,” dalam keterangannya yang diterima Notif, Selasa 24 Maret 2020.

Oleh karena itu, Yuri mengajak siapapun termasuk yang merasa sehat agar benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk lebih banyak tinggal di rumah dengan isolasi mandiri. “Jangan keluar rumah dan beraktivitas jika benar-benar tidak diperlukan,” kata Yuri.

Lebih lanjut Yuri juga sudah beberapa kali memberikan Informasi tentang upaya-upaya pencegahan penularan penyakit COVID-19, yang didasari kontak dekat akibat cemaran droplet sakit kepada orang lain baik melalui batuk atau bersin.

Baca Juga:   Tiga Dokter Meninggal Terpapar COVID-19, Pemprov DKI Jakarta Semprot Disinfektan di Beberapa Ruas Jalan

Materi cemaran yang berisi SARS-CoV-2itu, kata dia, dapat berada di udara (airborn) sehingga penting bagi siapa saja untuk menjaga jarak interaksi minimal satu meter.

“Kita ingatkan tetap laksanakan upaya menjaga jarak saat melaksananan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter. Ini penting untuk menghindari kerumunan, pertemuan-pertemuan menghadirkan banyak orang yang memiliki peluang penularan penyakit ini,” imbuhnya.

Cemaran itu, menurut Yuri, juga dapat tertinggal di benda mati. Banyak kejadian cemaran di benda mati tertinggal dan tidak sengaja disentuh orang sehat sehingga pindah tangan. Kemudian korban yang tangannya tercemar memindahkan virus ke tubuhnya baik melalui area muka atau saluran napas karena tidak mencuci tangan.

Baca Juga:   Pemkab Sumedang akan Terapkan PSBB Secara Penuh Dimulai pada 22 April 2020

Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat agar melakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selebihnya bagi masyarakat yang tengah menjalankan giat bekerja di rumah (Work From Home) juga diharapkan agar mematuhi protokol tersebut dan tidak keluar rumah tanpa alasan penting seperti memenuhi kebutuhan pangan atau kesehatan.

“Ada sebagian saudara-saudara yang tidak mungkin bekerja dari rumah agar berhati-hati terkait ini. Kemudian yang bekerja dari rumah pastikan jika tidak mendesak keluar rumah, jangan keluar rumah,” katanya.(ras/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here