Meningkat Dua Kali Lipat! China Kini Hadapi Kasus Baru COVID-19 di Negaranya

Sepasang suami istri Cina memakai topeng pelindung dan kacamata pelindung setelah turun dari kereta saat mereka dan yang lainnya kembali setelah liburan Festival Musim Semi pada 31 Januari 2020 di Beijing, China. (foto: Kevin Frayer via Getty Images)

NOTIF.ID, CHINA – Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan, pada Senin, 23 Maret 2020, kasus baru Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di China meningkat hampir dua kali lipat.

Kasus baru tersebut merupakan peningkatan dari 74 kasus infeksi impor, yang dikatakan naik dari 39 kasus impor dari sehari sebelumnya, pada Minggu, 22 Maret 2020. China daratan mengalami peningkatan dua kali lipat dalam kasus COVID-19 baru.

Dilaporkan dari reuters, hal ini didorong dari lonjakan arus pulang para pelancong China yang terinfeksi dari luar negeri, sehingga meningkatkan risiko penularan di kota-kota dan provinsi-provinsi di China.

Sebelumnya, Pemerintah China mengaku tak melihat perkembangan infeksi baru COVID-19 dalam beberapa hari terakhir di negaranya. Namun, ketika sepulangnya para pelancong tersebut, meningkat menjadi 78 kasus baru.

Baca Juga:   Pemkab Sumedang akan Berlakukan Karantina Wilayah Selama Dua Pekan Mulai Besok

Ibukota China, Beijing dilaporkan menjadi kota yang paling terpukul menerima serangan wabah mematikan ini, dengan rekor 31 kasus impor baru, diikuti oleh provinsi Guangdong selatan dengan 14 dan pusat keuangan Shanghai dengan 9. Jumlah total kasus impor di China mencapai 427 pada hari Senin, 23 Maret 2020.

Kini, Beijing telah memberlakukan protokol penyaringan dan karantina yang ketat, dan telah mengalihkan semua penerbangan internasional yang masuk ke kota-kota China lainnya. Tetapi, hal tersebut tak dapat membendung masuknya warga negara China, banyak di antaranya adalah siswa yang pulang dari negara-negara yang dilanda COVID-19.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan, pada hari Selasa, 24 Maret 2020, empat infeksi lokal baru ditemukan. salah satunya di Wuhan, ibukota provinsi Hubei, yang selama lima hari tidak menunjukan tanda-tanda infeksi baru di kota yang merupakan pusat penyebaran virus tersebut.

Baca Juga:   Kemenangan Jessica Andrade, Memukul Telak Rose Namajunas di UFC 237

Dari data yang telah dikonfirmasi oleh China pada akhir Senin, total akumulasi jumlah kasus COVID-19 di daratan China mencapai 81.171. Korban tewas sebanyak 3.277 dan naik menjadi 7 dari hari sebelumnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here