700 Ribu Siswa di Kabupaten Bandung Terpaksa Belajar di Rumah

  • Whatsapp
Teleconference dengan Koorwil dan para kepala sekolah di Ruang Aula Disdik Kabupaten Bandung, Senin 16 Maret 2020. (Foto: Notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – 700 ribu siswa di Kabupaten Bandung terpaksa harus melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar di rumah menyusul mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang mulai masuk wilayah Jawa Barat.

Dirumahkannya ratusan ribu siswa tersebut dilakukan oleh Disdik Kabupaten Bandung yang menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Bandung Nomor: 443/730/Umum yang dikeluarkan pada Minggu 15 Maret 2020.

Read More

Ratusan ribu siswa yang kini belajar secara online di rumah masing-masing tersebut terdiri dari siswa PAUD, TK, SMP Negeri/Swasta, SMA/SMK, dan PKBM se-Kabupaten Bandung.

“Kami lakukan ini karena menindak lanjuti surat edaran gubernur dan bupati mengenai peningkatan kewaspadaan risiko penularan virus Corona,” ujar Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Juhana seusai teleconference dengan Koorwil dan para kepala sekolah di Ruang Aula Disdik Kabupaten Bandung, Senin 16 Maret 2020.

Menurut Juhana, pihaknya sudah mengintruksikan seluruh kepala sekolah agar siswa belajar di rumah secara online selama dua pekan mendatang. Pembelajaran di rumah, katanya, dilakukan dengan menerapkan e-Learning.

“Siswa tetap belajar. Hanya saja bedanya tidak dilakukan di sekolah, tapi di rumah. Mereka tetap dipantau orang tua dan melaporkan kegiatan belajarnya kepada guru,” kata dia.

Menurut dia, meski siswa belajar di rumah, namun tenaga pendidik dan kependidikan tetap menjalankan tugas sesuai tupoksinya. Mereka, kata dia, tetap hadir di sekolah dengan maksud memantau pembelajaran dengan menggunakan e-Learning tersebut.

Sementara itu, Juhana tetap berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk mengetahui perkembangan dan penanganan penyebaran virus Corona.

“Kami akan terus komunikasi dan koordinasi. Sehingga perkembangan dan upaya pencegahannya bisa terus kami pantau,” katanya.

Juhana mengimbau agar guru, orang tua siswa tidak panik dalam menghadapi bencana non alam tersebut. Sebab, penularan COVID-19 bisa dicegah dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sementara itu, Ketua Forum FKBM Kabupaten Bandung, Furqon Nurhakim menuturkan UNBK PKBM yang rencananya akan dilaksanakan pada 4 April 2020 terpaksa diundur menyusul adanya surat edaran tersebut.

“Kami menunggu hingga keputusan selanjutnya. Mudah-mudahan COVID-19 bisa diantisipasi sesegera mungkin. Sehingga UNBK PKBM bisa digelar tepat waktu,” kata dia.

Menurutnya, ada 70 lembaga PKBM di Kabupaten Bandung yang akan mengikuti UNBK. Dari 70 lembaga PKBM tersebut, sebanyak 4.468 peserta akan ikuti ujian paket C atau setara SMA. Sementara 2.285 peserta akan ikut ujian paket B atau setara SMP.

“Untuk ujian paket A setara SD ada sekitar 330 peserta ujian,” katanya. (put/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *