Kepala Gereja Shincheonji Berlutut Minta Maaf Atas Menyebarnya Virus Corona di Korsel

  • Whatsapp
Kepala Gereja Shincheonji, Lee Man-hee berlutut dan membungkuk dan meminta maaf kepada warga Korea Selatan atas menyebarnya virus Corona pada sebuah konfrensi pers. (Foto: EPA via BBC)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KOREA SELATAN – Kepala Gereja Shincheonji, Lee Man-hee, berlutut dan membungkuk di sebuah konferensi pers dan meminta maaf kepada warga Korea Selatan atas menyebarnya virus tersebut.

Dilansir dari BBC, gereja tersebut merupakan penyumbang terbesar menyebarnya virus Corona di Korea Selatan. Sekitar 60% lebih dari 4.000 kasus yang dikonfirmasi di negara itu merupakan jemaah dari Gereja Shincheonji.

Read More

Korea Selatan (hotspot epidemik terbesar di luar China) telah melaporkan 476 kasus baru, sehingga jumlah totalnya menjadi 4.212. Pemerintah Korea Selatan telah mencatat 26 kematian, pada Senin, 2 Maret 2020.

Jaksa penuntut di Korea Selatan, telah diminta untuk menyelidiki Lee dengan tuduhan kelalaian besar.

“Meskipun tidak disengaja, banyak orang telah terinfeksi … Kami melakukan upaya terbaik kami, tetapi tidak dapat mencegah semuanya,” kata Jaksa.

Dari kasus yang dikonfirmasi, 3.081 berasal dari kota selatan Daegu dan 73% dari kasus ini telah dikaitkan dengan Gereja Shincheonji.

Di ibukota Seoul, Walikota telah meminta 10 juta penduduk kotanya untuk bekerja dari rumah dan menghindari tempat-tempat ramai.

Sebelumnya, Gereja Shincheonji telah menjadi sorotan, karena Kepala Gereja Shincheonji, Lee Man-hee mengaku bahwa dirinya merupakan utusan Yesus Kristus yang kedua dan sebagai “pendeta yang dijanjikan” yang disebutkan dalam Alkitab yang akan membawa 144.000 orang ke surga bersamanya.

Para jemaah gereja diyakini telah melakukan perjalanan menunaikan misi agama berkeliling ke setiap kota di Korea Selatan dan tak terdeteksi saling menulari satu sama lainnya saat diperjalanan.

Pengurus Gereja Shincheonji pun, disebut telah merahasiakan nama anggotanya, membuat proses identifikasi mewabahnya virus Corona lebih sulit untuk dilacak di Negeri Ginseng tersebut.

Namun, juru bicara Gereja Shincheonji, Kim Shin-chang mengatakan, bahwa mereka telah memberikan daftar anggota, siswa, dan bangunan kepada pihak berwenang.

“Kami khawatir tentang melepaskan informasi ini karena keamanan anggota kami,” kata Kim.

Kontroversi Gereja Shincheonji, menurut Kim, dicap sebagai kultus di Korea Selatan dan juga dalam komunitas Kristen, yang mengakibatkan kelompok itu sering didiskriminasi, dianiaya atau dikritik.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *