Masih Bandel Pakai Knalpot Bising? Ini Sanksi dari Polresta Bandung yang Akan Kamu Terima

Ilustrasi knalpot bising.

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Polresta Bandung bisa melakukan penindakan kepada pengguna sepeda motor yang masih bandel menggunakan knalpot bising. Pengendara sepeda motor yang nekat tidak memenuhi persyaratan teknis lain jalan tersebut akan dikenai sanksi kurungan penjara 1 bulan atau denda Rp250 ribu.

Sepeda motor tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban telah diatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3).

Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengenai knalpot bisinh sebenarnya sudah diatur sesuai dengan kapasitas mesinnya. Aturannya tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru

“Dalam aturan itu tertulis bahwa batas ambang kebisingan sepeda motor terdiri atas, untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.

“Jika melebihi ambang batas itu pengendara bisa dianggap melanggar karena knalpot dianggap tak laik jalan sesuai dengan UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285,” kata kapolres, Sabtu 29 Februari 2020.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Bandung, AKP Hasby Ristama, mengimbau agar pengendara sepeda motor harus mentaati peraturan kelayakan jalan, termasuk memenuhi persyaratan teknis yang sesuai dengan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek).

Lebih lanjut, Hasby menekankan tiap pengendara mestinya menerapkan toleransi terhadap pengendara lain. Artinya bila menggunakan knalpot bisinh, bisa berpotensi mengganggu konsentrasi pengguna jalan.

“Knalpot yang bising, kan, sangat bisa memecah konsentrasi orang lain untuk berkendara. Takutnya berdampak fatal bagi pengendara lainnya akibat pecah konsentrasi,” tuturnya.

Sementara itu pihaknya juga bisa menindak para pemotor yang nekat menggunakan knalpot yang tidak sesuai peruntukan.

“Landasan hukumnya adalah Pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan sanksi pidana kurungan satu bulan atau denda Rp250 ribu,” katanya.(put/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here