Begini Cerita Encu Saat Banjir Bandang Luapan Sungai Cipeles Sumedang Tiba-tiba Menyergap Permukiman Warga

  • Whatsapp
Lumpur sisa banjir bandang akibat luapan dari Sungai Cipeles terlihat masih mengotori rumah salah satu warga.(notif.id/kiki andriana)
Perkiraan waktu baca: < 1 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Encu (55) terlihat tergopoh-gopoh membersihkan lumpur sisa banjir bandang yang masuk ke dalam rumahnya, Jumat 28 Februari 2020. Wajahnya memunculkan tanda-tanda adanya keletihan.

Wanita paruh baya yang kediamanya berada di pinggiran Sungai Cipeles, yang berbatasan dengan Desa Citali dan Desa Gudang, Kecamatan Pamulihan itu menceritakan detik-detik banjir bandang melanda permukimannya.

Read More

Menurut Encu, banjir bandang mulai menyergap permukimannya sekitar pukul 15.00 WIB. Banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang membuat Sungai Cipeles meluap.

“Saat terjadi, warga lagi beraktivitas di rumah masing-masing. Hujannya deras. Banjir bandang arusnya juga langsung deras dan terjadi cepat begitu saja. Tahu-tahu langsung banjir,” ujar Encu.

Dikatakan Encu, sedikitnya ada 15 rumah warga dari dua RT yang berada di pinggir Sungai Cipeles terdampak banjir bandang. Banjir, kata dia, membawa sejumlah material seperti kayu, sampah, batang pepohohan, dan lumpur.

“Akibatnya, beberapa rumah milik warga rusak. Saat kejadian juga, jalan-jalan desa sudah seperti sungai. Airnya keruh kecoklatan,” kata dia.

Menurut Encu, banjir yang terjadi merupakan banjir terbesar yang pernah ada. Kendati demikian, Encu bersyukur tak ada korban jiwa akibat peristiwa banjir tersebut.

“Ini paling besar (banjir). Jarang-jarang banjir. Dua atau tiga tahun ke belakang mah sempat banjir. Tapi tidak seperti sekarang,” kata dia seraya menuturkan jika banjir mulai surut menjelang petang atau sekitar pukul 17.30 WIB.(kia/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *