Seorang Dukun di Bandung Barat Tega Cabuli dan Perkosa Dua Anak Tirinya Sejak Tahun 2011

Kapolres Cimahi, AKBP Yoris Maulana Yusuf tengah menanyai tersangka kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak tirinya sendiri, Selasa 25 Februari 2020.(faisal rahman/notif.id)

NOTIF.ID, CIMAHI – YS alias Eyang Anom nekat mencabuli dua anak tirinya. Residivis kasus pencurian ini melakukan aksi bejatnya itu di Kampung Babakan Tegalaja, RT 04/05, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf menuturkan, kedua anak tiri yang dicabuli oleh Eyang Anom yaitu M (20) dan T (19). Pencabulan kepada anak tirinya itu ternyata sudah dilakukan sejak 2011.

“Awal mula tersangka melakukan pencabulan itu saat tahun 2011. Dimana T masih duduk dibangku kelas 5 SD,” ujar Yoris kepada wartawan, Selasa 25 Februari 2020.

Menurut dia, saat itu tersangka mencabuli korbannya dengan cara meraba-raba payudara dan kemaluannya. Anehnya, saat korban beranjak dewasa, aksi bejatnya semakin menjadi-jadi. Tersangka bahkan berani menyetubuhi korban.

Dikatakan Yoris, saat melakukan aksi bejatnya itu, tersangka selalu mengancam korban akan dianiaya. Sehingga, korban terpaksa melayani nafsu bejat tersangka.

“Tersangka selalu mengancam akan memukul korban menggunakan balok atau menganiaya dengan kapak kalau korban tidak mau melayani tersangka,” kata dia.

Sementara kepada M, tersangka sudah melakukan aksi pencabulannya saat korban berusia 15 tahun. Kedua korban ini selalu menutupi aksi bejat tersangka karena sering diancam.

“Korban akhirnya buka suara kepada SK (42) ibu kandungnya setelah tersangka kepergok tengah menyetubuhi T. Korban M juga akhirnya menguatkan pernyataan T dengan kesaksiannya bahwa pernah dicabuli tersangka,” kata dia.

Akibat perbuatan tersangka yang berprofesi sebagai seorang dukun itu, T sendiri telah melahirkan seorang anak yang kini telah berusia empat tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, selama lima tahun menjalankan praktik dukunnya, sudah ada sekitar 200 pasien yang memanfaatkan jasa Eyang Anom. Pasien pertamanya datang karena merasa diguna-guna. Namun sejauh ini, korban pencabulan hingga persetubuhan yang dilakukan Eyang Anom baru dua, yang tak lain adalah anak tiri tersangka.

“Dikhawatirkan ada korban lain, maka itu kita lakukan pengembangan,” ucap mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung ini.

Selain tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 1 bilah kampak, 1 kayu balok, 1 bilah kayu, 1 buah kain sprei, 1 buah celana panjang warna hitam, 1 buah buah kaos warna merah, 1 buah celana dalam warna putih, dan 1 buah bra warna biru muda.

Akibat aksinya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dirinya terancam hukuman pidana hingga 15 tahun penjara.(fan/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here