Parking On The Street di Kabupaten Bandung Bikin Macet

Ilustrasi parkir di badan jalan yang menimbulkan kemacetan.(foto: liputan6)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Komisi B DPRD Kabupaten Bandung meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan inovasi dan langkah antisipasi kemacetan akibat parkir di badan jalan atau parking on the street.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Tri Bambang Pamungkas, mengatakan dengan perkembangan infrastruktur jalan dan pertumbuhan kendaraan serta pusat keramaian, perlu adanya terobosan dalam pengelolaan parkir di Kabupaten Bandung.

“Kalau melihat pertumbuhan kendaraan dan infrastruktur, sudah selayaknya Dinas Perhubungan melakukan terobosan dalam pengelolaan parkir. Jangan mengandalkan parkir on street, saja” kata Tri, Senin 24 Februari 2020.

Dikatakan Bambang, parking on the street akan menimbulkan dampak kurang bagus bagi volume capacity ratio (VCR) jalan di Kabupaten Bandung. Sejumlah titik kemacetan di Kabupaten Bandung diakibatkan oleh adanya parking on the street.

Salah satu contohnya seperti yang sehari hari terjadi di kawasan pasar dan terminal soreang. Disana selalu terjadi antrean kendaraan karena hampir setengah jalan habis oleh parkir kendaraan. Padahal, jika di sepanjang jalan itu tidak ada parking on the street, kemacetan tidak akan terjadi.

“Itu baru di Soreang, banyak juga di tempat lain yang menjadi titik kemacetan karena ada parking on the street,” ujarnya.

Dengan demikian, Tri memandang Dinas Perhubungan yang melakukan pengelolaan parkir, sudah harus melakukan inovasi dalam pengelolaan parkir. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat lahan parkir terpadu dalam satu kawasan, seperti menyediakan tempat parkir vertikal di pusat-pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan dan pasar.

Menurutnya, membangun tempat parkir vertikal, akan membutuhkan dana yang tidak sedikit, baik untuk penyediaan lahan, maupun pembangunan konstruksi. DPRD kata Tri, siap mendorong dari sisi penganggaran, namun harus ada kemauan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung sebagai pemangku kebijakan.

Membangun parkir vertikal, bukan hanya akan berdampak berkurangnya kendaraan terparkir di jalan raya, namun akan memberi dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Potensi kebocoran retribusi parking on the street itu cukup tinggi, karena belum menggunakan sistem komputer. Kalau parkir vertikal itu, kan, bisa pakai komputer, jadi akan tercatat dengan tepat berapa kendaraan yang diparkir dalam sehari. Potensi kebocorannya lebih rendah,” katanya.

Selain itu, lanjut Bambang, parkir vertikal juga akan membuat masyarakat lebih aman menyimpan kendaraannya.

“Kalau parkir di jalan terus kemudian kendaraannya hilang, siapa yang bertanggungjawab. Kalau parkir dengan sistem komputer, bisa menuntut pengelola kalau ada kendaraan yang hilang” ujarnya.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here