Mahfud MD: Mahasiswa Harus Bisa Menjadi Pelopor Persatuan dan Kesatuan Bangsa

  • Whatsapp
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD beserta sejumlah tamu undangan berfoto bersama pada Seminar Bela Negara, di Convention Hall Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Minggu 23 Feberuari 2020.(faisal rahman/notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, dalam paparannya saat Seminar Bela Negara, di Convention Hall Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Minggu 23 Feberuari, mengatakan, para mahasiswa harus bisa menjadi pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ada 17.504 pulau, 1.300 suku, 726 bahasa daerah, berbagai agama dan kepercayaan, beragam adat dan budaya. Secara demografis maupun geografis, Indonesia sangat kaya dalam keberagamannya,” kata Mahfud.

Read More

Dalam diskusi bertema Mahasiswa sebagai Pelopor Persatuan dan Kesatuan Bangsa ini, Mahfud pun menekankan, bila menjaga kemerdekaan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dengan semangat bela negara merupakan jembatan menuju visi Indonesia Emas pada 2045.

“Saya berpesan, bagaimana kita menjaga kemerdekaan ini sebagai langkah kita menjadikannya sebagai jembatan emas untuk menuju cita-cita Indonesia Emas,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Mahfud, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkarakter nasionalis dan adaptif terhadap perkembangan diperlukan untuk dapat menunjang tercapainya visi tersebut.

“Cita-cita bisa tercapai ada dua. Satu, karena kita bekerja keras. Dua, karena kita punya ke-Indonesia-an,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, seminar yang diikuti mahasiswa Institut Teknologi Bandung lintas jurusan dan angkatan ini penting untuk dipahami oleh para peserta yang akan menjadi pemimpin masa depan.

“Sangat strategis sekali apabila hal seperti ini bisa dilakukan di Jawa Barat. Pastinya mahasiswa di sini sekarang dan kedepan akan menjadi agen perubahan sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Tak hanya itu, menurut dia, mahasiswa harus bisa menjadi perekat hampir 50 juta jiwa penduduk Jabar di tengah gempuran paham menyimpang, baik dari dalam maupun dari luar negeri, yang mengancam ideologi negara. Dia menilai, ada tiga isu yang selalu membayang-bayangi keutuhan NKRI, yakni isu korupsi, narkotika, dan radikalisme.

Di kesempatan tersebut, dia memandang, pada era digital sekarang ini, sosialisasi bela negara perlu dilakukan lewat media sosial agar menjangkau banyak pihak. Apalagi, Setiawan menyebut, kurang lebih 86 persen warga Jabar adalah pengguna aktif media sosial.

“Artinya sosialisasi, pengajaran, dan seterusnya, kelihatannya harus kita pikirkan, bisa dilakukan secara in class (seminar) atau dalam keseharian dilakukan sosialisasi terkait pentingnya perekatan NKRI. Saya pikir paling ampuh lewat sosial media,” ucapnya Setiawan.(fan/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *