Mencegah Rentenir Merajalela di Sumedang, Bupati: Sudah Saya Bentuk Satgas Anti Rentenir!

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. (Kiki andriana/notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengimbau warganya untuk tidak menggunakan jasa lintah darat (rentenir) jika merasa kesulitan dalam masalah perekonomiannya. Rentenir bukanlah satu-satunya solusi masyarakat yang ingin meminjam uang untuk pembiayaan kebutuhan hidup atau modal usaha.

“Saya imbau masyarakat jangan menggunakan jasa rentenir,” kata Dony Ahmad Munir diwawancara Notif di Gedung Negara Sumedang, Jumat 21 Februari 2020.

Ia menambahkan Pemkab Sumedang telah berusaha untuk mengurangi minat masyarakat menggunakan jasa rentenir dan menangkal rentenir.

“Warga yang membutuhkan, bisa menggunakan Koperasi Syariah, BMT, LKM, dan BPR Mikro, dan Perusahaan Daerah (PD) Bank Sumedang,” ucapnya.

Walaupun belum maksimal, dikatakan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, upaya tersebut setidaknya dapat menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan jasa rentenir.

“Pemkab Sumedang sedang mencari solusi komfrehensif terkait masalah rentenir ini,” kata dia

Dony mengatakan, pihaknya sudah membahas upaya untuk pencegahan maraknya rentenir di Sumedang. Salah satunya dengan membentuk Satgas Anti-Rentenir.

“Satgas Anti-Rentenir tersebut ada di pemerintah, jangan biarkan masyarakat ribut dengan masayarakat lainnya. Biarkan pemerintah yang akan menanganinya, dan saat ini sedang kita kaji secara hukum,” ujarnya.

Ditambahkan Dony, warga Kabupaten Sumedang yang memiliki masalah dengan lintah darat atau rentenir kini bisa menyampaikan langsung ke Pemkab Sumedan. Di Pemkab Sumedang, kata bupati, ada Baznas.

“Kemarin-kemarin pun Baznas sudah menangani masyarakat yang terjerat rentenir. Jadi kalau ada masalah dengan rentenir kami ada Baznas. Nanti akan kami teliti dulu untuk solusinya,” kata dia.(kia/ras).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here