BPR Kerta Raharja Permudah KP-SPAM Kembangkan Usaha Melalui Produk Kredit Multiguna Air

Kantor Pusat BPR Kerta Raharja, Soreang, Kabupaten Bandung.(notif.id)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – BPR Kerta Raharja jadi satu-satunya bank di Jawa Barat yang ikut membantu pemerintah dalam upaya penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi. BPR Kerta Raharja tengah mengembangkan produk Kredit Multiguna Air.

Produk teranyar BPR Kerta Raharja ini ditujukan untuk Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KP-SPAM) di Kabupaten Bandung. Produk tersebut dicanangkan dalam rangka mengembangkan peluang bisnis dalam penyaluran kredit.

“Secara tidak langsung, produk ini juga akan membantu pemerintah dalam rangka menyediakan air bersih yang sehat dan layak konsumsi kepada masyarakat,” kata Kepala Divisi Pemasaran PT BPR Kerta Raharja Ruyana di Kantor Pusat BPR Kerta Raharja, Soreang Rabu 19 Februari 2020.

Menurut dia, saat ini BPR Kerta Raharja tengah menyiapkan aturan dan kebijakannnya. Mulai dari standar operation procedure (SOP), pemeberian latihan dan bimbingan teknis sumber daya manusianya, hingga teknis pemberian kredit tersebut kepada KP-SPAM.

“Ini, kan, produk baru. Kami juga persiapan untuk mematangkan aturannya. Selain itu kami juga tengah mempelajari struktur KP-SPAM yang sudah dibawahi oleh Disperkimtan Kabupaten Bandung. Apakah layak mendapat pinjaman atau tidak,” kata dia.

Setidaknya, kata Ruyana, saat ini ada beberapa KP-SPAM di Kabupaten Bandung yang sudah masuk untuk mendapat pinjaman Kredit Multiguna Air. KP-SPAM tersebut dibawah binaan Disperkimtan Kabupaten Bandung.

Kepala Divisi Pemasaran BPR Kerta Raharja, Ruyana.(notif.id)

Menurutnya, KP-SPAM di bawah Disperkimtan Kabupaten Bandung itu sudah layak untuk mendapat pinjaman. Sebab, sudah memiliki pelanggan sendiri.

“Nah, untuk besaran pinjaman sendiri mulai dari Rp15 juta hingga Rp750 juta, tergantung kebutuhan KP-SPAM itu sendiri. Jadi teknisnya itu seperti kredit pada umumnya saja,” kata dia.

Ruyana menuturkan, untuk mendapatkan pinjaman Kredit Multiguna Air, ada syarat-syarat yang harus ditempuh oleh KP-SPAM. Meski syarat tidak berbeda jauh dengan syarat kredit lainnya, namun yang membedakan hanya harus ada proposal yang didalamnya terdapat struktur organisasi dan RAB-nya. Kredit Multiguna Air tersebut akan disalurkan ke KP-SPAM hanya untuk pengembangan. Bukan untuk pembiayan pembuatan usaha baru.

“Yang terpenting KP-SPAM yang akan mengajukan pinjaman ini usahanya sudah jalan minimal dua tahun, sudah memiliki pelanggan, dan ada legalitasnya,” kata dia.

Di Kabupaten Bandung sendiri, kata dia, setidaknya ada 270 KP-SPAM. Namun, tidak semua KP-SPAM tersebut eksis. Hanya segelintir saja yang masih eksis karena permasalahan pembiayaan.

Hal itulah, kata dia, yang menginisiasi BPR Kerta Raharja mengembangkan produk Kredit Multiguna Air. Sebab, BPR Kerta Raharja berharap KP-SPAM yang biasanya disebut PDAM mini kembali eksis dan bisa melayani masyarakat dalam hal penyaluran air bersih.

“Karena pastinya tidak semua desa ini terlayani oleh perusahaan air minum. Makanya ujung tombaknya ada di KP-SPAM. Dengan eksisnya kembali KP-SPAM, maka seluruh masyarakat Kabupaten Bandung bisa mendapatkan layanan air bersih dan sehat,” kata dia.

Saat ini, bank yang sudah berjalan dalam pengembangan Kredit Multiguna Air hanya ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Maka dari itu, BPR Kerta Raharja berkeinginan untuk membantu pemerintah dalam penyediaan air bersih dengan mencanangkan produk tersebut.

“Di Jawa Barat baru BPR Kerta Raharja. Kalau di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah jalan produknya sama seperti ini. Makanya ini pertama kali di Jawa Barat,” kata dia.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here