Sejarah Pangandaran Disebut ‘Mekahnya’ Bikers Harley Davidson

Bikers HDCI memadati Jalan Naripan setelah melakukan Rolling Thunder sebelum melaksanakan Rakernas HDCI 2019.(notif.id)
“Pangandaran itu menjadi memorial bikers Harley. Pangandaran tempat yang bersejarah dan sakral. Pangandaran banyak yang bilang ‘Mekahnya’ para bikers. Sudah ke Pangandaran dengan Harley klasik, diibaratkan seperti sudah naik haji.” -Ketua Pengda HDCI Jawa Barat Joni BS Nugroho.

Siapa yang tak familiar dengan Pangandaran?. Sebuah kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat itu terletak di bagian paling selatan. Kampung mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti itu juga dikenal dengan pesona pantai dan cagar alamnya.

Selain keindahan alamnya, tapi siapa sangka jika Pangandaran ternyata kental dan lekat dengan kehidupan para bikers Harley Davidson. Terlebih, bikers Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Pangandaran bahkan disebut-sebut sebagai lokasi paling sakral bagi bikers HDCI.

Sebagian lagi menyebut, Pangandaran bahkan diidentikkan dengan sebutan ‘Mekahnya’ para bikers motor keluaran Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Motor berpawakan gede, elegan, keren, nan macho yang harganya selangit. Hingga kini, Pangandaran dijadikan tempat sakral karena memiliki sejarah khusus bagi bikers Harley Davidson.

Dulu, pascakemerdekaan, motor Harley Davidson sangat eksklusif dan langka. Di Indonesia, hanya segelintir orang yang mampu menunggangi gagahnya motor kelahiran Amerika Serikat itu. Sebab, pada saat itu hanya kalangan militer-lah yang mampu memilikinya.

Namun seiringnya waktu, motor Harley Davidson mulai bisa dimiliki oleh kalangan sipil. Tentu saja populasinya yang dulu langka kemudian seperti beranak pinak, semakin banyak. Kalangan sipil di sejumlah daerah sudah bisa mengandangi motor tersebut. Tak terkecuali di Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung Raya.

Mulai ramainya Harley Davidson di Bandung Raya kala itu, kemudian melahirkan sebuah komunitas Harley Club Bandung (HCB), sekitar tahun 1960. Kelahiran HCB inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya HDCI pada tahun 1990.

Baca Juga:   Putri Sesepuh HDCI Dilecehkan Oknum HOG Chapter Bandung

Baca Juga: HDCI Bandung akan Kembali Gelar Wingday 2020, Glenarto: Wingday Kali Ini Berbeda

Sejarah sakralnya Pangandaran sebetulnya bermula dari HCB. Pada dasarnya, rutinitas sebuah komunitas motor jaman dulu dengan sekarang tak berbeda jauh. Mulai berkumpul, diskusi soal motor, dan lain sebagainya. Namun, bagi HCB, kala itu justru nekat melakukan touring panjang.

Touring ini dimulai dari Bandung dan berakhir di Pangandaran. Touring HCB ini justru menjadi sebuah sejarah dan cerita apik sarat makna bagi bikers HDCI. Sebab, pada saat itu perjalanan dari Bandung ke Pangandaran dibutuhkan perjuangan yang ekstra.

Dengan motor Harley produksi lawas peninggalan kolonial yang kerap ngadat, kontur jalan menuju Pangandaran kala itu juga disebut-sebut menjadi medan yang tersulit dan penuh tantangan. Sehingga, touring HCB Bandung-Pangandaran menjadi touring paling bersejarah sepanjang hadirnya Harley Davidson di Indonesia.

“Pangandaran itu menjadi memorial bikers Harley. Pangandaran tempat yang bersejarah dan sakral. Pangandaran banyak yang bilang ‘Mekahnya’ para bikers. Sudah ke Pangandaran dengan Harley klasik, diibaratkan seperti sudah naik haji,” ujar Ketua Pengda HDCI Jawa Barat Joni BS Nugroho di De Pavilijoen Hotel, Kota Bandung, Minggu 8 Desember 2019.

Touring Bandung-Pangandaran oleh HCB kala itu menjadi tonggak awal mula lahirnya event Wingday. Wingday pertama sendiri digagas oleh HCB sebagai ajak silaturahmi bikers penggila motor Harley pada Agustus 1973.

Baca Juga:   Bencana Banjir dan Longsor di Pangandaran Tewaskan Dua Orang Warga
Yovie MS Ketua Pelaksana Wingday 2020 (kiri), Ketua HDCI Pengcab Bandung Glenarto (kedua dari kiri), Koordinator Veteran HDCI Bandung Darmawan (ketiga dari kiri), dan Ketua HDCI Pengda Jabar Joni BS Nugroho (kanan), tengah memberikan keterangan saat jumpa pers terkait pelaksanaan Wingday 2020 di De Pavilijoen Hotel, Kota Bandung.(notif.id)

Karena sulitnya medan Bandung-Pangandaran, Wingday selanjutnya kemudian diadakan setiap lima tahun sekali. Wingday kemudian terus dijadikan sebuah event tradisi lima tahunan hingga saat ini oleh HDCI Pengcab Bandung.

Tentu saja untuk mempertahankan sejarah, peserta Wingday haruslah bikers dengan menunggangi motor Harley klasik. Keklasikan motor ini diklasifikasi sesuai tahun produksinya. Yaitu mulai tahun 1903 hingga 1984. Namun, Wingday saat ini sudah bisa diikuti oleh bikers pemilik motor Harley keluaran teranyar.

“Tapi khusus bikers dengan motor klasiknya yang mampu menyelesaikan rute Bandung-Pangandaran akan diberi penghargaan dengan sebuah pin emas berbentuk sayap (wing) khas Wingday. Pin ini adalah pin kebanggaan bikers Harley Davidson. Pin yang spesial dan limited,” katanya.

Joni mengatakan, kesakralan Pangandaran tak bisa tergantikan. Pernah sebelumnya, ada usulan bahwa Wingday sempat akan dipindah rutenya seperti Bandung-Pelabuhan Ratu. Tapi tetap tidak terlaksana. Sebagian bikers berpikir bahwa rute Bandung-Pangandaran sarat dengan sejarah lahirnya komunitas Harley Davidson di Indonesia, bukan hanya tentang pantai dan ombaknya saja. Mulai dari HCB, Harley Club Jakarta (HCJ) hingga HDCI.

“Maka dari itu saya berpesan kepada penerus HDCI lainnya. Rute Bandung-Pangandaran untuk Wingday tidak boleh dirubah. Sampai kapanpun. Lahirnya Wingday tahun 1973 itu ya karena adanya Touring Bandung-Pangandaran,” kata dia.

Baca Juga: Ketua HDCI Bandung: Stigma Eksklusifitas Soal HDCI Harap Dihilangkan

Menurut dia, untuk menghormati perjuangan veteran HDCI, HDCI Pengcab Bandung akan kembali menggelar The X Memorial Wingday 1973-2K20 pada 3-5 April 2020 dengan mengusung tema Tribute to Veteran.

Baca Juga:   Dinyatakan Tenggelam Selama Dua Hari, Supriyadi Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Tema tersebut diusung, kata dia, sebagai bentuk mengenang sejarah perjuangan veteran HDCI yang telah memprakarsai lahirnya HDCI. Selain itu, event tersebut juga sebagai bentuk penghormatan kepada veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

“Wingday kali ini, momen yang tepat untuk mengangkat dan mengenalkan kembali sejarah perjuangan veteran HDCI yang terlibat dalam perjalanan hadirnya Harley Davidson di Indonesia,” kata dia.

Koordinator Veteran HDCI, Darmawan yang juga pelaku sejarah hadirnya Wingday mengatakan, Pangandaran menjadi lokasi akhir rute Wingday sudah menjadi sebuah ketetapan para veteran. Oleh sebab itu, romantisme sejarah di Pangandaran bagi bikers Harley Davidson tidak bisa digantikan dengan lokasi lain.

“Pangandaran, semacam mandatory dari para veteran. Dan justru sekarang menjadi sebuah ketetapan bahwa Wingday harus berkahir di Pangandaran dari Bandung,” kata dia.

Menurut dia, pada jaman dulu antara tahun 1970 hingga 1980, perjalanan menuju Pangandaran dari Bandung tak mudah untuk ditaklukkan. Tidak seperti sekarang yang infrastruktur jalannya sangat memadai dan didukung dengan banyaknya SPBU.

Kata dia, butuh perjuangan jika bikes Harley Davidson untuk bisa sampai di Pangandaran dengan motor lawas dengan keberadaan kopling di kaki. Oleh karena itu, bikers yang mampu menaklukan medan Bandung-Pangandaran akan diganjar sebuah penghargaan penyematn pin emas khas Wingday.

“Prosesi penyematan biasanya dilakukan di pinggir pantai dibarengi derunya ombak Pantai Pangandaran. Saat itu, pin bahkan disematkan langsung di kulit dada bikers sampai berdarah-darah. Kalau sekarang, kan, tidak. Ini yang menyebabkan Pangandaran menjadi sakral,” kata dia.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here