Di Era Digital Pengusaha Diminta Pahami DNA Brand agar Produknya Bertahan

Owner Michedu, Eris Munandar.(notif.id)

NOTIF.ID, BANDUNG – DNA Brand merupakan faktor utama penentu brand untuk tetap bisa bertahan di pangsa pasar. Terlebih di era digital, pengusaha dinilai tidak boleh melupakan dan menganggap remeh DNA Brand dalam pengelolaan bisnisnya.

Owner Michedu, Eris Munandar mengatakan, perkembangan bisnis saat ini sudah mulai cepat bergeser ke digital. Pengusaha, kata dia, harus cepat untuk menyesuaikan diri.

“Baik dalam strategi, promosi, hingga peningkatan kualitas produk. Itu harus di update di era digital sekarang yang perkembangannya semakin cepat,” kata dia seusai Talkshow DNA Brand di Era Digital pada Event Pelangi Nusantara 7 di Graha Manggala Siliwangi Bandung, Sabtu 30 Desember 2019.

Michedu, kata dia, bisa dikatakan lembaga yang boleh dibilang penting bagi pengusaha yang akan mengembangkan bisnisnya di era digital. Michedu akan memberikan pemahaman dan tips agar brand bisa bertahan. Sehingga pangsa pasar tetap loyal terhadap produk brand.

Baca Juga:   Tips Merawat Pakaian dan Dampak Budaya Konsumerisme "Fast Fashion"

Menurut Eris, ada banyak platform digital yang bisa digunakan pengusaha untuk memaksimalkan potensi brandnya. Seperti Facebook, YouTube, Instagram, maupun Twitter.

Dibanding cara konvensional, penggunaan platform digital (media sosial) dinilai cukup mumpuni mengembangkan brand pada saat ini. Apalagi, platform digital dapat menekan pengeluaran pembiayaan dibanding cara konvensional.

“Penggunaan medos untuk pengoptimalan brand ini bisa disebut low cost. Apalagi pengguna medsos ini banyak sekali. Ini celah yang bisa dimanfaatkan pengusaha agar produknya cepat masuk dan diterima customer,” kata dia.

Terlebih jika berbicara mengenai Serach Engine Optimation (SEO). Kata dia, pengusaha akan lebih mudah dan cepat menentukan segmentasi pasarnya sendiri. Kendati demikian, dibutuhkan pelatihan untuk bisa menguasai SEO.

Baca Juga:   COVID-19 Ubah Alur Tren Fashion, Desainer Phillip Iswardono Turut Kembangkan Mode Masker di Indonesia

“Di Michedu, kami berikan kesempatan pengusaha Jawa Barat agar bisa mengoptimalkan potensi media sosialnya dalam meningkatkan omsetnya,” kata dia.

Sesuai data, kata dia, pengusaha konvensional di Jawa Barat yang sudah hijrah ke sistem digital dalam pengelolaan dan pemasaran produknya, mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini tentu saja sejalan dengan harapan Presiden Jokowi agar Indonesia di tahun 2023 harus menjadi negara yang memiliki industri kreatif terbesar di Asia.

“Bukti brand sudah beralih ke digital bisa dibuktikan. Salah satunya, sepinya pengunjung di sejumlah mall. Karena toko saat ini hanya digunakan sebagai menyimpan produk saja. Untuk penjualannya tetap dengan sistem digital atau online,” katanya.(ell/put)

Baca Juga:   Pemodal akan Cetak Pengusaha Muda Berdaya Saing di Kabupaten Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here