Diaspora Alumni HMI

Ade Sunarya Anggota Bawaslu Sumedang.

Oleh : Ade Sunarya, Anggota Bawaslu Kabupaten Sumedang sekaligus Alumni HMI

Pasca diumumkan dan dilantiknya Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 pada Rabu (23/10) di Istana Merdeka – Jakarta, nama organisasi mahasiswa ekstra Universitas tertua dan terbesar yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Pasalnya, dari sejumlah 34 Menteri, terdapat sembilan Menteri yang memiliki latar belakang alumni HMI yaitu, Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), Bahlil Lahadalia (Kepala BKPM), Mahfud MD (Menteri Koordinator Bidang Polhukam), Muhadjir Effendy (Menteri Kordinator PMK), Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional), Suharso Monoarfa (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), dan Zainudin Amali (Menteri Pemuda dan Olahraga).

Kesembilan Menteri tersebut memiliki profesi beragam ada yang berasal dari kalangan politisi yaitu Airlangga Hartarto dan Zainudin Amali dari Partai Golkar, Siti Nurbaya Bakar dan Syahrul Yasin Limpo dari Partai Nasdem, serta Suharso Monoarfa dari PPP, dan dari kalangan profesional yaitu Bahlil Lahadalia, Mahfud MD, Muhadjir Effendy, dan Sofyan Djalil. Hal ini mempertegas bahwasanya alumni HMI tidak hanya berkiprah di bidang politik – an sich semata, namun di semua bidang profesi.

Diaspora alumni HMI tentu tidak hanya di struktur Kabinet saja, akan tetapi tersebar di berbagai organisasi baik itu organisasi non pemerintah maupun instansi atau lembaga pemerintah seperti di lembaga legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ada Bambang Soesatyo (Golkar), Ahmad Riza Patria (Gerindra), Ahmad Doli Kurnia Tandjung (Golkar), Darori Wonodipuro (Gerindra), Desmond Junaidi Mahesa (Gerindra), Muhammad Prakosa (PDIP), Mohammad Idham Samawi (PDIP), Herman Khaeron (Demokrat), Sjarifuddin Hasan (Demokrat), Alimin Abdullah (PAN), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), Muhamad Arwani Thomafi (PPP), Muhammad Hidayat Nur Wahid (PKS), Hermanto (PKS), Ahmad Hi M Ali (Nasdem), Saan Mustofa (Nasdem), Muhidin Mohamad Said (Golkar), Zainudin Amali (Golkar), M.Yahya Zaini (Golkar), M.Sarmuji (Golkar), M.Ridwan Hisjam (Golkar), Endang Maria Astuti (Golkar), Agun Gunandjar Sudarsa (Golkar), Dedi Mulyadi (Golkar), dan Ichsan Firdaus (Golkar).

Alumni HMI juga ada yang mengabdi di lembaga penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) yaitu Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) ada Rahmat Bagja dan Ratna Dewi Pettalolo, di Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) ada Viryan Aziz. Pada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Republik Indonesia (DKPP RI) ada Muhammad.

Pada lembaga Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) ada Agung Firman Sampurna dan Harry Azhar Azis. Dan tentu masih banyak lagi tokoh alumni HMI yang sedang berkiprah di lembaga pemerintah yang tak dapat disebutkan satu persatu dalam tulisan ini.

Medan pengabdian alumni HMI tersebar di berbagai lini kehidupan, dan banyak kalangan menyebut hal ini sebagai HMI – connection. Lafran Pane tokoh pendiri HMI berpesan kepada kader HMI bahwa “Dimanapun kau berkiprah tak ada masalah. Yang penting adalah semangat keislaman – ke Indonesiaan itu yang harus kau pegang terus”.

HMI memiliki semangat ke Islaman dan ke Indonesiaan. Semangat ke Islaman yaitu berpegang teguh kepada ajaran agama Islam berdasar Quran dan Hadis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semangat ke Indonesiaan yaitu berpegang teguh kepada cita-cita luhur kehidupan berbangsa dan bernegara (nasionalisme) serta empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Buah dari proses pembinaan kader di HMI sebagai “kawah candradimuka” akan lebih dirasakan manfaatnya manakala setelah lulus menempuh pendidikan formal di perguruan tinggi serta berkiprah secara nyata di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baru-baru ini biografi perjalanan hidup Lafran Pane, Sang Pahlawan Nasional ini ditulis dalam sebuah novel dengan judul Merdeka Sejak Hati oleh penulis novel terkemuka yaitu Ahmad Fuadi, disamping itu pula kisah pendiri HMI ini sedang dalam proses penggarapan pembuatan film yang rencananya akan tayang bulan Maret 2020.
Wallahu A’lam Bish Shawabi.

*) Isi dan gagasan tulisan ini adalah tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari tanggungjawab redaksi notif.id. Redaksi hanya menyunting tulisan tanpa mengubah substansi isi dan gagasan penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here