Angin Ribut Rusak Ratusan Rumah Warga di Pangalengan

sejumlah warga tengah berjibaku memotong dan membersihkan pohon tumbang yang menutupi akses jalan. Pohon tumbang tersebut dikarenakan adanya angin kencang yang melanda Kecamtan Pangalengan. Foto: istimewa

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Ratusan rumah warga di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung rusak diterjang angin kencang. Kejadian angin kencang itu terjadi  pada Minggu 20 Oktober 2019, malam, hingga Senin 21 Oktober 2019, dini hari.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pada saat kejadian, warga yang menjadi korban kesulitan  mengungsi karena sebagian besar akses jalan tertutupi reruntuhan pohon yang ikut tumbang karena kencangnya angin tersebut.

Salah seorang korban asal Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Yani Kamilah (55) mengatatakan, peristiwa tersebut terjadi mulai Sabtu pukul 20.30 WIB. “Tiba-tiba saja ada angin kencang. Atap rumah saya pun gentingnya beterbangan,” ujarnya.

Menurut Yani, ia dan warga lain tak bisa berbuat banyak karena angin terus memporak-porandakan lingkungan mereka. Mereka hanya bisa berdoa dan berzikir sambil terus berharap angin kencang yang menggoncang rumah bagaikan gempat bisa segera berhenti.

Yani pun kemudian membangunkan sang suami yang ketika itu sedang tidur. Ia memberitahukan bahwa selain menerbangkan genteng rumah, angin kencang pun menumbangkan sejumlah pohon di sekitar rumahnya.

Meski rumahnya bergoncang keras, Yani dan keluarga tak berani keluar. Soalnya saat sempat melihat keluar, angin terus menyapu pohon-pohon besar dan lebih berisiko terhadap keselamatan.

Sekitar pukul 23.00 WIB, kata Yani, aliran listrik pun tiba-tiba saja padam. Namun mereka tetap memilih bertahan di dalam rumah sampai pagi demi keselamatan.

Selain Desa Banjarsari, sejumlah desa lain yang terdampak cukup parah adalah Desa Wanasuka dan Margamulya. Berdasarkan Surat Laporannya kepada Camat Pangalengan dan BUpati Bandung, Kepala Desa Margamulya Suhendar Rohami melansir bahwa angin kencang di wilayahnya menyebabkan sedikitnya 8 rumah warga rusak berat dan 300 lainnya rusak sedang.

Suhendar pun terpaksa mengungsikan sejumlah warganya ke tempat yang lebih aman. Dalam surat tersebut pun, ia meminta bantuan terpal dan bahan pokol untuk para pengungsi.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan dan jumlah korban terdampak angin kencang di Pangalengan. “Yang jelas sementara ini kondisinya banyak pohon tumbang yang membuat hampir sepanjang akses jalan yang biasa dilalui oleh warga tertutup,” ujarnya.

Akhmad menambahkan, pihaknya mendata ada sekitar pohon besar yang tumbang dan menutup akses dua jalan utama yaitu ruas Pangalengan-Malabar dan Pangalengan-Kertasari. “Bangkai pohon yang menutupi jalan rata-rata berukuran besar dengan diameter 1 meter dan panjang 16 meter. Kebanyakan itu pohon dengan akar serabut karena usianya sudah ratusan tahun,” ujarnya.

Untuk mengevakuasi bangkai pohon, Akhmad mengaku sudah mengerahkan sedikitnya tujuh alat pemotong kayu. Namun pihaknya masih terkendala belum adanya alat berat untuk memindahkan bangkai pohon yang sudah dipotong tersebut.

“Ukurannya yang besar membuat evakuasi bangkai poon sulit dilakukan manual karena sangat berat. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang untuk meminta bantuan minimal 2-3 alat berat agar akses jalan bisa segera dibuka kembali,” ucapnya.

Akhmad menambahkan, peristiwa angin kencang di Pangalengan sebenarnya sudah diantisipasi oleh pihaknya sejak beberapa waktu lalu. Oleh karena itu ia berharap warga yang berada di sepanjang jalur pepohonan besar berusia tua untuk waspada, karena fenomena angin kencang masih akan berlangsung setidaknya hingga sebulan ke depan.

Selain itu, Akhmad melansir bahwa wilayah yang paling rentang adalah areal perkebunan. Oleh karena itu ia sudah berkoordinasi dengan PTPN VIII untuk mendata pohon-pohon besar berusia tua agar segera ditebang sebelum tumbang dihempas angin kencang.

Terkait kerusakan bangunan, Akhmad melansir sejauh ini sudah terdata sekitar 1.200 rumah dan 5 SD yang rusak. Jumlah itu tersebar di 5 desa yaitu Banjarsari, Wanasuka, Sukamanah, Margamukti dan Margamulya.

Akhmad mengaku belum bisa mengukur tingkat kerusakan sehingga belum bisa dipastikan berapa yang rusak berat, sedang dan ringan. Namun selain rumah dan sekolah, ia melansir bahwa angin kencang juga merusak kantor desa dan tribun penonton lapangan sepakbola di Desa Banjarsari.

Sementara terkait korban jiwa atau luka, sejauh ini belum ada data valid dari pihak terkait. Namun BPBD sendiri sudah menyiapkan tenda dan dapur umum di depan kantor Desa Banjarsari untuk menampung warga pengungsi yang jumlahnya juga belum bisa dipastikan.(put/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here