Kebutuhan Cangkul Nasional Capai 10 Ribu Buah Per Tahun

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (tengah), bersama Sekda Kabupaten Bandung Tedy Kusdiana (tiha dari kiri) didampingi Kadiseperindag, Popi Hopipah (kanan) memberikan tanda peraltan kerja secara simbolis kepada perwakilan pelaku IKM Desa Mekarmaju. Foto: notif.id

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Kebutuhan cangkul nasional saat ini mencapai 10 juta buat setahun. Oleh karena itu pemerintah sudah menghentikan impor cangkul sejak dua tahun lalu.

Penghentian cangkul impor oleh pemerintah dilakukan sebab produsen industri logam perkakas pertanian dalam negeri kini sudah bisa memenuhinya.

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, di Indonesia ssat ini sudah banyak sentra industri cangkul yang produknya memikiki standar SNI.

“Sekarang sudah enggak perlu impor lagi. Kita sudah dapat memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri sendiri. Tanpa impor kita baik-baik saja,” ujar Gati di sela kegiatan Kick Off Material Center Perkakas Pertanian di Desa Mekarmaju Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Senin 7 Oktober 2019.

Baca Juga:   Terjatuh dari Motor Lalu Tertabrak Mobil di Jalan Raya Nagreg, Rizki Tewas di Lokasi Kejadian

Menurut dia, salah satu sentra industri logam perkakas berada di Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu. Untuk meningkatkan kualitas dan juga kuantitas cangkul yang diproduksi oleh para pelaku IKM di Desa Mekarmaju, maka didirikan Material Center di Bumdes Maju Abadi.

“Keberadaan Material Center ini membantu menyediakan bahan baku serta menyediakan beberapa peralatan untuk memudahkan pekerjaan,” katanya.

Menurut dia, para pelaku IKM di Desa Mekarmaju difasilitasi dengan penyediaan bahan baku oleh Material Center ini. Bahan baku yang ada dipotong kemudian dibawa untuk dikerjakan di tempat para pelaku IKM masing-masing.

“Setelah dikerjakan oleh pelaku IKM nanti dibawa lagi ke sini (Material Center) untuk diembos dengan logo SNI agar tidak bisa ditiru,” kata dia.

Baca Juga:   Sedang Pesta Miras, Seorang Remaja Loncat ke Sungai Citarum dan Hanyut

Gati berharap dengan adanya Material Center ini bisa meningkatkan kualitas cangkul hasil produki IKM dari Desa Mekarmaju. Sehingga, produksi cangkulnya bisa memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Dikatakan Gati, untuk meningkatjan kualitas dan kuantitas produksi para pelaku IKM di Desa Mekarmaju, ia juga akan merestrukturisasi mesin milik pelaku IKM. Sehingga, para pelaku IKM bisa meningkatkan produktivitas hasil industrinya.

“Kedepan kami berharap para oelaku IKM juga bisa memproduksi alat lainnya seperti sekop, egreg, dodos dan lainnya. Untuk restrukturisasi para pelaku IKM beli mesin sendiri nanti 30 persen biayanya kami ganti,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, Desa Mekarmaju sudsh sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan perkakas pertanian. Salah satunya cangkul.

Baca Juga:   Mantan Wakil Bupati Bandung Deden Rukman Rumaji Ikut Daftar Balon Bupati Bandung 2020

Salah satu perusahaan perdagangan peralatan pertanian dalam negeri, setiap dua minggu sekali mengambil 1.200 buah cangkul dari desa tersebut. Cangkul itu kemudian di pasarkan di seluruh pelosok nusantara.(ell/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here