Irigasi Ciheulang Tak Terawat, 4.000 Hektare Sawah di Ciparay Kekeringan

Anggota DPRD Jawa Barat Periode 2019-2024 memantau pelaksanaan normalisasi irigasi Cigeulang yang dilakukan masyarakat secara swadaya. Foto: Notif.id
Anggota DPRD Jawa Barat Periode 2019-2024 memantau pelaksanaan normalisasi irigasi Cigeulang yang dilakukan masyarakat secara swadaya. Foto: Notif.id

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Ribuan warga Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay gotong royong mengeruk memperbaiki aliran irigasi Ciheulang di Kampung Lebak Biru, Jumat 13 September 2019. Perbaikan aliran irigasi itu dilakukan dengan mengeruk sedimentasi menggunakan alat berat dan cara manual.

Pengerukan sedimentasi tersebut bertujuan agar aliran air di irigasi bisa mengalir ke areal pesawahan warga yang kini terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Eman Sulaeman (61) warga setempat mengatakan, kondisi irigasi Ciheulang memang sudah sangat memburuk. Terlebih, sudah sejak lama aliran irigasi tersebut tidak terawat dan mendapat normalisasi. Akibatnya, selain berdampak pada pengairan sawah warga, juga kerap menyebabkan banjir saat musim penghujan tiba.

“Sudah lama sekali tidak dilakukan pengerukan (normalisasi). Sedimentasinya cukup tinggi. Kalau musim hujan di kampung sini suka banjir,” kata dia dilokasi pengerukan.

Menurut dia, pengerukan sedimentasi dilakukan secara swadaya dengan dibantu oleh anggota DPRD Jawa Barat Dadang Supriatna dan Bupati Bandung, Dadan M Naser. Sebelumnya, ia sempat mengusulkan adanya normalisasi irigasi kepada beberapa tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah usulan direspon. Tokoh masyarakat bicara dengan Pak Dadang. Akhirnya Pak Dadang membantu dan sudah berkomunikasi dengan Pak Bupati. Akhirnya cita-cita warga disini untuk pengerukan irigasi bisa terlaksana,” katanya.

Sementara itu, Dadang Supriatna menilai jika aliran irigasi Ciheulang memang tidak terawat dengan baik. Perawatan irigasi Ciheulang, kata dia, sebetulnya kewenangan Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat.

“Makanya Bupati Bandung enggak bisa action lansung karena tanggung jawab PSDA. Tapi setelah kami berembug dan berkoordinasi dengan warga, kamis sepakat melakukan pengerukan secara swadaya. Ini swadaya murni. Pak Bupati membantu becko karena sangat respons dan saya siapkan dump truk,” katanya.

4.000 Hektare Sawah Kekeringan

Menurut dia, 4.000 hektare sawah di wilayah utara Kecamatan Ciparay kini kondisinya memprihatinkan. Selain berkurangnya debit air di musim kemarau, tidak terawatnya irigasi Ciheulang juga menjadi salah satu faktor penyebab.

“Saya prihatin, 4.000 hektar sawah tidak terairi. Terlantar karena tidak dapat pasokan air,” kata dia.

Menurut dia, aliran irigasi Ciheulang itu melintasi empat desa yang ada di Kecamatan Ciparay dan Baleendah. Empat desa itu yakni Desa Gunung Leutik, Desa Bumi Wangi, Desa Ciheulang dan Desa Jelekong.

Dadang mengatakan, akibat sedimentasi, saat ini kondisi irigasi Ciheulang hanya memiliki kedalaman permukaan 2 meter. Agar air mengalir lancar, kata dia, setidaknya kedalaman permukaan irigasi minimal harus mencapai 4 meter.

“Makanya warga akan mengeruk sedimentasi agar kedalaman irigasi Ciheulang ini bisa sampai 4 meter. Nantinya air bisa mengalir lancar dan mengairi persawahan. Kalau tidak dikeruk, nanti saat musim hujan juga bisa menyebabkan banjir,” kata dia.

Dikatakan Dadang, untuk melakukan pengerukan, warga yang terlibat mencapai lebih dari 1.000 orang yang berasal dari warga setempat, LSM, Ormas, dan berbagai komunitas di Kabupaten Bandung. Termasuk Viking Kabupaten Bandung.

“Pengerukan akan dilakukan seminggu ini. Saya juga akan tiap hari memantau kegiatan ini. Kegiatan akan dischedule. Dicatat targetnya per harinya. Berapa panjang irigasi yang akan dikeruk setiap harinya,” kata dia.

PSDA Jabar Tidak Kompeten

Persoalan banjir dan sampah di Kabupaten Bandung menurut Dadang merupakan maslaah yang krusial dari tahun ke tahun. Terlebih jika beberapa sungai dan irigasi aktif tidak diperhatikan perawatannya. Hal ini tentu akan membuat warga di Kabupaten Bandung terus mengalami kerugian. Baik kerugian material maupun kerugian psikis.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PSDA Jawa Barat terkait hal ini. Dadang mengaku akan melakukan rapat komisi DPRD Jawa Barat dan rapat kerja Badan Anggaran (Bangar) untuk menyelasaikan permasalahan di Kabupaten Bandung.

“Kontribusi PSDA Jabar lambat. Birokrasinya lambat. Makanya yang terpenting sekarang bagaimana upaya menghidupkan (pekerjaan) para petani dulu dengan memperbaiki aliran irigasi,” kata dia.

Ia menilai jika PSDA Jabar tidak mumpuni dan memiliki kemampuan mendesain kebutuhan irigasi maupun sungai yang ada di Kabupaten Bandung. Kendati demikian, ia sebagai anggota DPRD Jawa Barat akan segera melakukan evaluasi kinerja PSDA Jawa Barat.

“Saya akan evaluasi. Nanti dari komisi akan didorong agar PSDA untuk membuat desain atau grand desain kebutuhan irigasi dan sungai di Kabupaten Bandung. Sungai dan irigasi mana saja yang harus dirawat oleh PSDA,” kata dia.(ell/fan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here