Stok Darah Golongan A di PMI Kabupaten Bandung Hanya 2 Labu

  • Whatsapp
Ilustrasi donor darah. Foto: trubus.id
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bandung hanya memiliki dua labu untuk stok darah golongan A. Minimnya stok darah golongan A itu membuat UTD PMI Kabupaten Bandung melakukan jemput bola kepada calon pendonor.

Kepala UTD PMI Kabupaten Bandung, Hendra Gunawan mengatakan, minimnya stok darah golongan A itu disebabkan banyaknya permintaan dari rumah sakit di bulan Agustus dan September.

Read More

“Akhir-akhir ini banyak sekali yang meminta golongan A. Belum tahu alasannya apa. Yang jelas golongan A di bulan Agustus kemarin permintaannya banyak sekali. Sekarang hanya tinggal 2 buah kantong,” kata dia via sambungan telepon Selasa 10 September 2019.

Kendati demikian, Hendra mengklaim jika stok darah di UTD Kabupaten Bandung masih bisa men-cover permintaan untuk seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung. Per Senin 9 September 2019, jumlah kantong darah yang tersedia mencapai 159 buah.

“Golongan A dua buah, golongan B 75, golongan O 54 dan golongan AB 28. Tapi jumlah kantong darah per hari ini masih bisa mencover permintaan untuk rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung,” katanya.

Saat ini, kata dia, UTD PMI Kabupaten Bandung terus melakukan jemput bola di sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung. Selain itu, UTD PMI Kabupaten Bandung juga secara direct menghubungi calon-calon pendonor via telepon.

“Kalau menunggu susah soalnya. Harus jemput bola. Golongan A ini termasuk yang agak susah stoknya. Selain jemput bola ke perusahaan-perusahaan kami juga melakukan teleponnke teman-temang yang memiliki golongan darah A dan calon pendonor lainnya,” kata dia.

Hendra juga tak menampik jika kurangnya stok darah golongan A diakibatkan masih ada temuan kualitas darah yang didonorkan tidak masuk dalam kriteria layak. Kendati demikian, hal itu tidak terlalu berpengaruh kepada stok darah secara keseluruhan.

Pasalnya, kata dia, jika dihitunh secara keseluruhan, setidaknya ada sekitar 5 atau 10 darah yang tidak layak dari 100 kantong darah yang didonorkan pendonor.

“Masih ada kami temukan darah yang positif terjangkit virus atau pernah memiliki riwayat terinfeksi enyakit tertentu. Intinya tidak layak-lah. Darah itu langsung kami buang. Petugas juga memmberi tahu pendonor jika darahnya tidak layak. Pendonor juga kami catat namanya,” katanya.

Oleh sebab itu untuk mengendalikan dan meningkatkan stok darah di UTD PMI Kabupaten Bandung, Hendra mengimbau agar masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya bisa langsing mendatangi UTD PMI Kabupaten Bandung.

“Terutana bagi masyarakat yang memiliki golongan darah A kami imbau donorkan darahnya. Karena stok disini minim. Ini demi kemanusiaan,” katanya.(ell/mrb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *