Ini Tips Agar Tidak Sakit Perut di Musim Kemarau

Ilustrasi sakit perut. Foto: Suara.com
Ilustrasi sakit perut. Foto: Suara.com

NOTIF.ID – Cuaca yang kurang bersahabat di musim kemarau menjadi momok bagi masyarakat. Terik matahari yang bersinar dan udara yang panas. Jika tidak disiasati dengan baik, kondisi seperti ini berisiko menyebabkan masyarakat mengalami sakit perut.

Dilansir dari KlikDokter, menurut dr. Melyarna Putri, perubahan suhu udara, musim, dan iklim memang memiliki pengaruh terhadap timbulnya penyakit.

“Perubahan iklim akan mengakibatkan perubahan biologis secara langsung ataupun tidak dan hal ini menyebabkan transmisi beberapa penyakit infeksi,” katanya.

Cuaca yang sangat kering pada musim kemarau ternyata memiliki dampak terhadap aktivitas organisme pembawa penyakit seperti kutu, lalat, dan nyamuk. Selain itu, perubahan iklim turut mengubah kebiasaan manusia sendiri, sehingga lebih mudah terpapar oleh organisme penyebab penyakit, terutama untuk kasus sakit perut.

Oleh sebab itu, untuk menjaga tubuh tetap efektif dan bugar selama musim kemarau, dr Melyarna menyarankan agar masyarakat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

Bagi masyarakat Indonesia yang hidup di daerah tropis, musim kemarau adalah saatnya untuk meningkatkan upaya dalam menjaga kesehatan. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari sakit perut di musim kemarau, diantaranya:

1. Makan dengan perlahan

Saat anda membanjiri perut dengan makanan, maka pencernaan akan semakin melambat. Kondisi ini kemudian memunculkan gas hingga membuat anda merasa kembung dan tidak nyaman. Cara terbaik adalah dengan memotong makanan menjadi bagian-bagian kecil dan mengunyahnya secara perlahan.

2. Simpan makanan dengan aman

Cuaca yang panas dan kering memungkinkan bakteri untuk berkembang biak di makanan. Data dari Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan ada sekitar 76 juta kasus penyakit yang ditularkan melalui makanan di Amerika Serikat setiap tahun. Gejala umum yang biasa terjadi adalah diare, muntah, dan masalah pencernaan lainnya.

Makanan panas harus disimpan pada suhu 140 derajat, sedangkan makanan dingin disimpan pada suhu 40 derajat. Untuk makanan yang mudah busuk tidak boleh disimpan pada suhu ruangan selama lebih dari dua jam.

3. Hindari konsumsi makanan yang digoreng dan asam.

Untuk mencegah muncul gas, perut kembung, dan gejala masalah pencernaan lainnya, batasi atau bahkan jika memungkinkan, hindari makanan asam dan yang digoreng. Makanan asam akan menyebabkan perut terasa mulas, sedangkan makanan gorengan lebih lama dicerna, sehingga dapat berisiko menyebabkan masalah pencernaan.

4. Banyak minum air putih

Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat menyebabkan Anda terkena konstipasi dan mual. Jadi, penuhi kebutuhan cairan harian Anda, terutama di saat musim kemarau. Akan lebih baik jika Anda minum sebelum merasakan haus.

Masalah pencernaan seperti sakit perut biasanya cepat berlalu, meski di musim kemarau sekalipun. Jadi, misalnya jika anda mengalami sakit perut dalam jangka waktu lama, segeralah periksakan diri ke dokter. Karena bisa jadi sakit perut yang anda alami berkaitan dengan masalah medis lainnya.(*)

Sumber : KlikDokter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here